KENDARI – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Abhan membuka kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di salah satu hotel di kota Kendari, Senin 13 September 2021.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ketua KPU kota Kendari, Wali Kota Kendari, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) dan Rektor Universitas Muhamadiah Kendari (UMK)
Ketua Bawaslu RI, Abhan mangatakan pihaknya menargetkan dapat merekrut 10.000 orang kader yang tersebar diseluruh Indonesia.
“Kami targetkan 10.000 orang yang dapat mengikuti giat SKPP Bawaslu RI secara keseluruhan. Memang jumlahnya peminat banyak sekali, tapi anggaran terbatas jadi belum bisa menampung semua,” ungkap Abhan saat ditemui oleh beberapa awak media.
Ia menjelaskan, dalam menjalankan perannya, alumni SKPP membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi kecurangan pemilu.
“Seperti tadi saya katakan persoalan money politik, ujaran kebencian dan sebagainya. Ini juga kan membutuhkan partisipasi masyarakat. Ketika terdapat seperti itu harus berani menolak,” bebernya.
Selain itu, ia berharap nantinya lulusan kader SKPP dapat menjadi simbol pengawas partisipan dengan berperan membantu menjalankan tugas-tugas Bawaslu di masyarakat guna meningkatkan kualitas demokrasi.
“Dengan adanya SKPP ini maka, kader-kader ini harapan kami dapat menjadi simbol simbol pengawas partisipan di masyarakat, dan dapat ikut terlibat bersama-sama masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan pemilu untuk meningkatkan kualitas demokrasi,” tutupnya.
Penulis : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : AK






