Bupati Laporkan Mahasiswa Konsel, Aliyadin Koteo Beri Jempol Bawah

  • Whatsapp
Ketgam: Aliyadin Koteo (Salah satu Penanggung jawab gerakan keluarga besar pemuda dan mahasiswa KBPM Konsel, yang juga pendiri GMKM Konsel)

Kendari, Sultrademo.co- Jempol bawah bagi bupati Konsel Surunuddin Dangga yang telah melaporkan seorang mahasiswa Konsel atas dugaan pencemaran nama baik.

Seperti itulah reaksi salah satu penanggung jawab Gerakan Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konsel, Aliyadin Koteo.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, perihal pelaporan Bupati Konsel yang dialamatkan kepada Manzyah Lapangulu yang tak lain adalah adik binaan Aliyadin Koteo di Organisasi GMKM Konsel akan menjadi babak baru, bahkan masalah besar bagi bupati Konsel.

Mantan Ketua Senat Mahasiswa IAIN Kendari itu menegaskan, bahwa sepanjang aktivitasnya, belum pernah bersitegang dengan siapapun, bahkan untuk sekedar demo, dan aksi, dia paling langkah nampak.

Tapi perihal itu,  pihaknya memastikan akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan kezoliman Bupati Konsel.

“Kita hanya menuntut janji, tapi malah dilaporkan, berarti bupati Konsel Surunuddin Dangga menambah masalah baru, dan itu artinya tantangan, Insya Allah saya pastikan ada digarda terdepan untuk membela adik-adik saya, demi allah saya tidak takut, saya lawan Bupati Konsel,” tegasnya saat ditemui di salah satu hotel di Kendari, Jum’at 22/11.

Bentuk perlawanan itu tidak bisa dia beberkan, yang pasti kata dia, selain aksi menuntut janji pembebasan lahan asrama mahasiswa Konsel, pelaporan terhadap anggotanya itu juga akan dilawan sepenuhnya.

“Mental bupati bukan menunjukan sebagai seorang pemimpin, yang ketika dikritik ia terima sebagai peringatan dan masukan, tapi menganggap sebagai perlawanan dan kebencian, karena itu harus kita kawal, dan kita lawan,” tandasnya.

“Satu lagi kami sedang berbuat dan bertindak atas kehendak pemuda dan mahasiswa Konsel, bukan kehendak elit politik, atau tim sukses lawan Bupati, karena ini dekat Pilkada, siapa yang mengkalim, mencoba menunggangi gerakan kami, kami lawan juga, yang pasti kami tidak sedang cari panggung ketenaran, karena bukan politisi, yang kami cari adalah panggung keadilan pendidikan,” tutupnya.

Laporan : Adi

Pos terkait