Cegah Penularan Covid-19 Antar Pasien, Pemkot Bakal Tambah RS Khusus Penanganan Wabah

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menyiapkan beberapa dokumen untuk pembagunan Rumah Sakit (RS) type D yang rencananaya akan dibangun tahun depan di wilayah Puuwatu, Kota Kendari.

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Nahwa Umar mengatakan, dokumen yang dimaksud adalah Feasibility Study (Studi Kelayakan), Masterplan (Dokumen Rencana Tata Ruang) dan Basic Design (Desain Dasar).

Bacaan Lainnya
 
 

“Beberapa dokumen yang disebutkan itu wajib, karena sudah menjadi syarat mutlak dalam pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. Sebab, dokumen tersebut akan menjadi pedoman pembangunan agar infrastruktur yang dihasilkan memadai, dan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, ” ujar Nahwa.

Ia berharap, agar pihak-pihak terkait dalam pembangunan dapat berkontribusi aktif memberikan informasi, menyumbangkan tenaga dan pemikiran serta mengembangkan gagasan-gagasan positif untuk melancarkan pembangunan.

Sementara itu, Wali Kota Kendari H Sulkarnain mengungkapkan, adanya tambahan rumah sakit type D di Kota Kendari ditengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini akan menjawab kekhawatiran masyarakat (pasien umum) yang berpikir akan dirawat dan berdampingan dengan pasien Covid-19.

“Kalau kita punya dua rumah sakit nantinya ada yang khusus untuk menangani wabah apapun itu. Apalagi saat ini sudah ada lagi Covid-19 Center. Dan hadirnya rumah sakit baru meskipun type D maka akan menambah jumlah faskes kita. Sehingga rasionya bisa seimbang antara jumlah penduduk dan jumlah faskes yang tersedia,” kata Sulkarnain.

Dia menjelaskan, rumah sakit tipe D dirancang dengan kapasitas sekira 67 bed. Itu nantinya bakal memback up beberapa rumah sakit yang ada di Kota Kendari jika terjadi over kapasitas.

“Jadi nanti kalau ada rumah sakit yang penuh, pasiennya bisa dirawat di rumah sakit ini. Pelayanannya juga sama dengan rumah sakit pada umumnya. Terlebih dimasa pandemi Covid-19 saat ini, dimana rumah sakit umum rata-rata merawat pasien Covid-19. Sehingga untuk menghindarkan pasien non Covid-19 dari potensi penularan, rumah sakit tipe D bisa jadi alternatif,” jelasnya.

Untuk diketahui, penganggaran RS type D dilakukan melalui pinjaman di PT SMI sebesar Rp 146 miliar dengan jangka waktu pengembalian yang cukup ringan dan panjang sekitar 10 tahun (Selasa,15/12/2020).

Laporan : Hani
Editor : MA

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait