Desa Melawan Covid, Pelatihan eHDW Digelar di Kecamatan Latoma

  • Whatsapp

Unaaha, Sultrademo.co- Aplikasi elektronik Human Development Worker (eHDW) dinilai akan mempermudah tugas dan fungsi kader desa. Dengan adanya aplikasi mobile ini, kader desa dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.

Dasar itu, pelatihan eHDW digelar di Kecamatan Latoma, Konawe. Diikuti oleh 10 kader KPM dan pendamping desa lokal , Sekcam, PDP Latoma , PDTI Latoma, PLD Latoma, Kasi PMD Latoma dan kepala desa se Kecamatan Latoma.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Keny Yuga Permana menjelaskan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI telah menetapkan prioritas penggunaan dana desa. Priotas penggunaan dana desa itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Desa, PDTT (Permendesa) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan kedua atas Permendesa, PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Dalam permendes tersebut menyebutkan bahwa dana desa dialokasikan untuk pencegahan Covid-19 serta pencegahan kekurangan gizi kronis (stunting).

Terkait hal itu, melalui DPMD dalam penerapan prioritas penggunaan dana desa melaksanakan berbagai kegiatan, termaksud didalamnya pelatihan eHDW.

“Untuk itu, pencegahan Covid-19 dan stunting di desa perlu didukung sistem informasi yang cepat dan akurat. Adanya aplikasi eHDW atau Human Development Worker yang telah diluncurkan Kemendes PDTT dan juga aplikasi eDMC-19 (Desa Melawan Covid-19) yang diharapkan dapat mendukung layanan intervensi gizi masyarakat,” ungkap Keny sapaan akrabnya saat membawakan sambutan.

Sementara, pemateri Asmin menambahkan, pihaknya telah memfasilitasi pelatihan secara jarak jauh (daring) yakni Training of Trainer (TOT) bagi tenaga ahli madya atau pendamping di desa agar kader desa dapat menggunakan dan menginput data melalui aplikasi masing-masing.

“Ini juga sesuai arahan komitmen untuk menciptakan sehat, maka agar pelayanan kesehatan harus ditingkatkan, khususnya layanan kesehatan ibu anak, layanan konseling gizi terpadu dan sebagainya,” jelasnya

Asmin juga menerangkan bahwa selanjutnya, aplikasi eHDW dan Indeks Desa Membangun (IDM) akan terintegrasi dengan sistem informasi EPPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan akan menjadi dasar dalam penetapan lokasi desa prioritas (Desa Merah Stunting) dan rekomendasi intervensi lintas sektor.

Di tempat sama, Kepala Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar DPMD Konawe, Aswar menambahkan, cakupan menu aplikasi eHDW  meliputi data-data fasilitas desa. Misalnya Polindes, PAUD, posyandu, air bersih dan sanitasi serta penerima manfaat. Penerima manfaat itu adalah ibu hamil, ibu nifas, anak berumur 0 sampai 2 tahun serta anak yang berumur 2-6 tahun.

Selain itu,  eHDW diantaranya memiliki fitur diantaranya “Tugas Saya” yang artinya KPM akan menerima notifikasi berupa kegiatan layanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat.

“KPM (kader pembangunan manusia) perlu memantau dan memastikan intervensi layanan tersebut diterima oleh penerima manfaat,” tegasnya.

Selain itu ada fitur “Laporan Tahunan” yakni menyajikan data dan informasi kegiatan pencegahan stunting yang sudah dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun. Sedangkan “Laporan Triwulan” akan menyajikan skor desa yang telah dicapai dalam kurun waktu setiap triwulan.

“Secara khusus, aplikasi eHDW bertujuan untuk memfasilitasi data dan tugas manajemen kasus untuk KPM. Serta mengidentifikasi kesenjangan utama dalam pemberian layanan. Sehingga KPM dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa,” imbuhnya.

Laporan: Jumardin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait