Dibalik Deklarasi Fiktif Komcat Golkar Konsel Pendukung Surunuddin

  • Whatsapp
Ketgam : Ketua Golkar Konsel, Irham Kalenggo (kiri) dan Ketua Bapilu Golkar Konsel, Budi Sumantri (kanan)

Kendari, Sultrademo.co- Dibalik Deklarasi lima belas oknum yang mengatasnamakan Ketua Komisariat Kecamatan (Komcat) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)  mendukung sang petahana, Surunuddin Dangga maju mendapatkan Rekomendasi Partai Golkar diduga fiktif dan penuh manipulasi dukungan.

Hal itu terkuak setelah konferensi pers beberapa Ketua Komcat yang dicatut nama dan cap stempelnya seolah memberikan dukungan terhadap Surunuddin Dangga maju menggunakan pintu Golkar. Minggu 29/3.

Bacaan Lainnya

Dibeberkan Suparjo Komcat Lalembuu mengaku pernah dijemput oleh suruhan Surunuddin untuk datang dirumah kediamannya tepatnya di Puuwatu, Kota Kendari. Saat itu dia sempat bertanda- tangan, tapi yang ditandatangani adalah daftar hadir, bukan dukungan. Daftar hadir itulah yang diklaim sebagai dukungan.

Pengakuan senada datang dari Komcat Sabulakoa, Jumail yang sudah mengundurkan diri dari Komcat karena terpilih Kepala Desa. Kata dia, kehadirannya bertemu bupati karena dipanggil dan kapasitas sebagai kepala desa, pembicaraan pun, lanjut dia, soal pembangunan, dan dirinya kurang tahu soal dukung mendukung.

Dia juga sempat menandatangani daftar hadir, tapi tidak tahu jika itu  akan dimanfaatkan untuk kepentingan politik. “Saya sudah mundur, karena saya ini kepala desa, saya tidak tahu soal deklarasi itu,” tepisnya.

Tidak hanya itu, Anas Sahabu, Mantan Komcat Lainea yang sudah mundurkan diri karena terpilih kepala desa juga mengeluhkan hal yang sama, dibalik namanya yang dicatut dan diklaim ikut bertanda-tangan memberikan dukungan terhadap Surunuddin Dangga tak dia ketahui, sebab tandatangannya saat itu untuk daftar hadir, bukan sebagai dukungan. Hadirnyapun memenuhi panggilan bupati dalam kapasitas sebagai kepala desa. bukan sebagai pengurus Golkar kecamatan.

Sementara itu, Sekretaris Partai Golkar Konsel, Man Arafah menerangkan, dari lima belas yang deklarasi, hanya ada empat yang legal sebagai ketua Komcat, selebihnya bukan pengurus partai, mereka yang deklarasi dan dikomandoi oleh Haeruddin sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi jelas ilegal.

“Dari limabelas, yang legal hanya Kolono Timur, Laonti, Moramo, dan Baito, selebihnya ilegal, mereka tidak punya SK, dan yang disebutkan namanya lima belas orang mendukung itu hanya namanya saja, tidak benar itu,” katanya.

Ketgam : Beberpaa Ketua Komcat, dan Pengurus DPD II Golkar Konsel, saat mengelar Komferensi Pers. Minggu 29/3

Lain halnya Ketua Bapilu Golkar Konsel, Budi Sumantri, dihadapan media mengaku sangat menyesalkan perbuatan Haerudin,
semestinya, kata dia, sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar, dia tidak berbuat lebih melampauhi kapasitas, apalagi sampai memanipulasi dukungan dan mengatasnamakan DPD II Konsel.

“Itu ilegal, ketika agenda partai, apalagi bunyi koonsolidasi, harus sepengetahuan Ketua kalau pribadi sah silahkan dukung dan jalan sendiri, tapi kalau koonsolidasi atas nama organisasi itu salah besar, apalagi kami lihat dia berani mengatasnamakan koonsolidasi partai, dan atas nama DPD II dalam surat serta cap stempel, ini penipuan, dan masa stempel ada sama dia, ini pemalsuan dokumen, kami minta ketua DPD II untuk memberikan sanksi kepada Haerudin,” katanya.

Menyikapi itu, Ketua Golkar Konsel, Irham Kalenggo juga sangat menyesalkan perbuatan Haeruddin.

Kata Irham, pernyataaan sikap yang disampaikan Haeruddin selaku wakil ketua, dan mengatasnamakan DPD II Golkar serta Komcat itu ilegal, dan sangat manipulatif.

“Itu sangat lucu, tiba tiba ada koonsolidasi organisasi diluar rapat, diluar sepengetahuan. Baik DPP, DPD I, maupun DPD II tidak pernah ada perintah koonsolidasi dukungan, surat tugas yang dikelurkan DPP untuk Surunuddin pun tidak ada perintah, isi surat tugas itu hanya dua, yakni, Surunuddin disuruh cari wakil, dan menaikan elektabilitas, jadi sangat keliru itu Haeruddin, apalagi yang dikumpulnya deklarasi bukan komcat, dan tandatangan komcat yang diklaimnya dukungan itupun dimanipulasi dia nyatakan sebagai dukungan sah Komcat dan DPD II Golkar,” jelasnya.

Sebab itu, lanjut Ketua DPRD Konsel tiga periode ini, pihaknya akan segera mengambil langkah memberikan sanksi sesuai AD/ART Golkar.

“Golkar tidak akan pernah dualisme,
Kalau toh Golkar sudah rekom Surunuddin, maka semua pengurus Golkar wajib taat, tapi sampai hari ini belum ada rekomendasi, dan tidak ada perintah seluruh kader Golkar untuk koonsolidasi.
Haerudin perlu belajar organisasi lagi, sudah terlalu jauh dia keliru dan berbuat diluar kapasitasnya,” tukasnya.

Untuk dietahui, beberapa hari lalu, lima belas oknum yang mengklaim sebagai pengurus kecamatan  Golkar Konsel, dibawa komando Haerudin selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi melakukan deklarasi mengatasnamakan komcat dan DPD II Golkar Konsel untuk mendukung petahana Surunuddin Dangga maju Pilkada Konsel menggunakan pintu Golkar.

Hingga berita in tayang, Haeruddin belum dapat dikonfirmasi.

Laporan : Adi
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait