Direktur Aman Center Minta Masyarakat Sultra Legowo Memaafkan Kapolda

  • Whatsapp

Kendari,  Sultrademo.co – Pro kontra terkait tenaga kerja asing yang datang di Kendari dan diviralkan oleh warganet sempat memicu ketegangan sosial. Menurut Direktur AMAN Center La Ode Rahmat informasi yang disampaikan Kapolda Sultra terkait kedatangan TKA asal China di Bandara Haluoleo bukanlah dalam konteks membela TKA.

“Apa yang disampaikan kapolda tentu bukan untuk membela TKA” Terangnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Kapolda Sultra menyampaikan bahwa TKA yang tiba di Bandara Haluoleo pada Minggu malam (15/3) adalah TKA yang memperpanjang visa di Jakarta dan bukankah TKA baru.

“Kedatangan mereka kemari benar, tapi bukan dari China. Jadi para TKA tersebut kembali dari memperpanjang visa di Jakarta,” ujarnya saat konferensi pers di Rujab Gubernur Sultra.

Namun pernyataan itu rupanya berbeda dengan keterangan yang diperoleh dari Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) serta Dinas tenaga kerja dan transmigarsi (Disnakertrans) Sultra yang menyatakan bahwa rombongan TKA tersebut merupakan TKA baru yang sempat transit di Thailand.

Sadar informasi yang disampaikan keliru, Kapolda Sultra pun kemudian mengklarifikasi dan meminta maaf atas kekeliruannya.

“Hal itu disebabkan adanya informasi berbeda yang diterima oleh pihak Polda Sultra, dimana informasi yang kami terima bahwa 49 WNA asal China tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda GK-696 berasal dari Jakarta. Itu informasi awal yang kami dapatkan,” ujarnya

Ia mengungkapkan bahwa saat itu pihak Polda Sultra diberitahu 49 WNA tersebut telah mengantongi Visa, medical certivicate dan Health Alert Card (HAC) saat tiba di Bandara Haluoleo.

“Bandara Haluoleo adalah bandara domestik yang hanya mengetahui kedatangan penerbangan yang bersifat dalam negeri, sehingga informasi itulah yang kami sampaikan. Adapun setelah tindak lanjut kemudian kami ketahui bahwa tujuan 49 WNA tersebut adalah untuk bekerja di salah satu perusahaan tambang di Kabupaten Konawe (PT. VDNI),” Jelasnya.

Setelah mendengar klarifikasi Kapolda Sultra, La Ode Rahmat meminta masyarakat Sultra untuk legowo memaafkan kekeliruan Kapolda Sultra.

“Kapolda Sultra sudah meminta maaf kepada masyarakat terkait hal itu, beliau berjiwa besar mau mengoreksi informasinya dan masyarakat Sultra harus legowo menerima maaf beliau” Harapnya.

“Yang memberi informasi ke Kapolda sebaiknya juga meminta maaf. Kalau penyuplai informasinya tidak minta maaf ke publik saya kira patut dicurigai apa motif memberi informasi yang keliru” Tambahnya.

Menurut La Ode Rahmat saat ini sebaiknya semua pihak bersatu dan solid mencegah penyebaran virus Corona.

“Saat ini baiknya kita bangun solidaritas untuk menangkal corona masuk Sultra, isu TKA sudah clear dan baiknya kita fokus ke corona, dalam situasi “darurat” sebaik nya kita coling down” Pungkasnya.

 

Pos terkait