Kendari, Sultrademo.co – Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Prof. Dr. Muhaemin, MA, hadir memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jannatu Adnin Kendari, Selasa (20/5/2025).
Kehadiran Prof. Muhaemin merupakan undangan langsung dari Rektor IIQ Kendari, Dr. Samsul Bahri, MA. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa IIQ Kendari kini tengah memasuki fase baru pengembangan kelembagaan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah kembali menempati kampus lama di kawasan Evicenna, yang sebelumnya telah cukup lama tidak digunakan.
“Kami sedang melakukan pembenahan internal, mulai dari tata kelola administrasi, peningkatan kapasitas tenaga teknis, hingga mekanisme suasana akademik,” ungkap Samsul Bahri.
Dalam kuliah umumnya, Prof. Muhaemin membagikan berbagai strategi yang telah dijalankan UIN Palopo dalam transformasi dari IAIN menjadi universitas Islam negeri.
Ia menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan akademik. “Perguruan tinggi saat ini wajib mengikuti tren. Fungsi IT dan media informasi harus dimaksimalkan sebagai penunjang utama,” jelasnya.
Prof. Muhaemin menambahkan bahwa seluruh sektor tata kelola akademik harus dapat dipantau secara transparan melalui sistem berbasis media. Menurutnya, kampus perlu membentuk tim informasi khusus yang berperan menyambungkan pesan-pesan kelembagaan ke publik secara massif.
Lebih lanjut, Prof. Muhaemin menyebut bahwa IIQ Jannatu Adnin memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai alternatif strategis dalam pendidikan Islam berbasis tahfidz.
“Sultra punya ekosistem kuat: pondok pesantren, rumah tahfidz, madrasah, semua tumbuh. Jika IIQ bisa menyediakan asrama atau mahad sebagai lanjutan pembinaan, maka posisinya akan sangat kuat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. H. Abbas Tekeng, MA, mengumumkan bahwa IIQ Kendari saat ini telah menyiapkan beasiswa penuh bagi 50 pendaftar pertama.
“Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada sekitar 45 pendaftar. Kami juga menjalin kemitraan aktif dengan berbagai pondok pesantren dan rumah tahfidz se-Sulawesi Tenggara,” kata Abbas.
Menurutnya, IIQ Kendari berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan karakter Qurani yang terintegrasi antara pendidikan tinggi dan basis komunitas tahfidz.
Mengakhiri kunjungannya, Prof. Muhaemin dan pimpinan IIQ Kendari turut menandatangani nota kesepahaman kerja sama antar perguruan tinggi, sebagai langkah awal sinergi kelembagaan di bidang pengembangan akademik dan riset keislaman.
Laporan: Arini Triana Suci R










