Kendari, Sultrademo.co – Sebanyak 50 orang peserta yang merupakan para pelaku usaha Ekonomi Kreatif (Ekraf) se Sulawesi Tenggara mengikuti Sosialisasi Akses Permodalan Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra disalahsatu Hotel di Kendari, pada Jumat (18/11/2022).
Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sultra, Syamsinar menerangkan tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan kemudahan kepada para pelaku ekonomi kreatif dalam mengakses permodalan.
“Hasil monitoring evaluasi tahun lalu dengan tahun ini dari 17 Kabupaten/Kota didapati kekurangan dari para pelaku usaha bahwa mereka kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya sehingga permintaan dari teman-teman pelaku kita coba jawab dengan menghadirkan sosialisasi pada akses permodalan,” ujarnya
Para peserta tersebut merupakan pelaku usaha ekonomi kreatif yang potensial untuk dikembangkan nantinya. Dengan fokus pada sektor kriya, kuliner dan fashion.
Adapun terget dari sosialisasi tersebut, kata Syamsinar para pelaku usaha bisa memiliki pengetahuan bagaimana mereka dapat mengakses modal dari perbankan yang ada di Sulawesi Tenggara.
Dalam mewujudkan terget tersebut, Syamsinar mengklaim bahwa berdasarkan keputusan pemerintah pusat terkhusus provinsi Sulawesi Tenggara terdapat empat perbankan yang diberikan mandat untuk menyalurkan KUR yakni Bank Sultra, Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri.
“Dari keempat Bank itu kita harapkan mampu bekerjasama dengan kami pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara untuk dapat memberikan kemudahan kepada para pelaku usaha dalam mengakses modal,” tutur Syamsinar.
Dalam memfasilitasi itu, kata Syamsinar, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan para perbankan yang memiliki akses KUR sehingga bisa memberikan kredit yang lebih lunak kepada para pelaku usaha.
“Mungkin saja ada skema bantuan misalnya seperti ada jaminan kepada pelaku usaha yang tidak bisa memberikan agunan dan itu bisa di cover oleh kami,” bebernya.
Dirinya berharap para pelaku usaha khususnya ekonomi skala mikro yang mau mengembangkan usahanya tapi tidak memiliki akses bisa terfasilitasi.
“Harapannya kepada para pelaku usaha khususnya yang skala mikro kecil, yang mau mengembangkan usahanya tapi tidak ada akses modal khususnya dalam menyerahkan agunan itu dapat terfasilitasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui kegiatan tersebut berlangsung dari (18/11) sampai (20/22) mendatang dengan menghadirnya para narasumber yang berkompeten dibidang perbankan.
Laporan: Muh Sulhijah






