Duta Besar Asing dan Ketua DPRD Kota Kendari “Molulo” di Festival Nambo

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Perwakilan duta besar dari Armenia, H.E Mrs. Dziunik Aghaijainian dan Mrs. Lilit  Sargsyam yang berkunjung ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam perayaan Hari Pangan Seduinia (HPS) juga sempat menghadiri pearayaan Festival Nambo pada Minggu, 03 November 2019.

Kedatangan mereka menyita perhatian warga kota Kendari khususnya yang berada dilokasi pantai Nambo. Tidak sia-sia, dua wanita asing itu langsung kepincut dengan tarian khas kota Kendari yakni Tarian Lulo.

Bacaan Lainnya

Kesempatan pun tidak di lewatkan begitu saja oleh ketua DPRD kota Kendari. Ia kemudian mengajak salah satu dita besar tersebut yakni Lilit Sargsyam untuk mempraltekan langsung tarian khas kota kendari tersebut.

Melalui juru bicaranya Lilit mengatakan, tarian lulo tersebut sangat membuatnya terkesan begitupula dengan masyarakat kota Kendari yang begitu ramah saat menyambit kedatangan mereka. Iapun terkesima dengan potensi alam,  pangan dan parwisatanya seperti pantai nambo.

“Insyallah mereka akan belajar, dan ingin tarian lulo Kota Kendari masuk dalam salah satu pembelajaran mereka,” ucap Subhan usai bercerita dengan dua duta besar itu melaui juru bicaranya.

Lilit menyarankan untuk menyediakan lebih banyak tempat sampah di sekitaran pantai Nambo sebab ia menilai masih kurang kesadaran masyarakat terhadap sampah di sekitar lokasi Pantai.

Lilit mengaku tertarik untuk mempelajari tarian lulo dinegaranya karena gerakannya cukup menarik, lincah tetapi mudah diikuti. Hal ini diucapkan langsung oleh Lilit melalui Samsuddin Sams dari Tour Guide yang juga merupakan Direktur Funtastic English Center.

“Gerakannya mudah dipelajari,” katanya.

Usai mengikuti tarian lulo tersebut kedua delegasi Duta besar juga menyempatkan diri untuk berkeliling mengunjungi beberapa stand komunitas ekraf yang berada di area Nambo fest.

Bahkan Mrs.Dziunik, menurut pantauan jurnalis Sultrademo, ia menyempatkan diri untuk mencoba menyablon baju di salah satu stand komunitas ekraf.

Laporan : Hany

Pos terkait