Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari gencar menggelar operasi yustisi penerapan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Lulo.

Pada Senin (26/10) Pemkot kembali menganalisa dan mengevaluasi Operasi Yustisi terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Kendari dengan menggelar rapat bersama pihak terkait. Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Hj. Nahwa Umar, SE., MM, dan diikuti perwakilan Polres Kendari, Kodim 1417 Kendari dan sejumlah Kepala OPD terkait lingkup Pemkot Kendari.

Dalam rapat yang digelar, Sekda meminta, personil yang bertugas dibagi dalam beberapa shift sehingga tim yang bertugas bisa lebih maksimal.

“Pada saat Operasi Yustisi, sebaiknya personil diberikan shift, supaya ada waktu agar personil bisa beristirahat untuk menjaga imun dan semangat,” katanya.

Sementara itu, terkait hal tersebut Kasat Binmas Polres Kendari, AKP Yusuf Muluk Tawang, pun mendukung. Dia juga menjelaskan jumlah personil yang biasa mengikuti operasi setiap hari.

“Personel yang hadir 100 orang, kalau lebih efisiennya dari 100 orang personil dapat dibagi dalam 4 shift, agar berjalan efisien,” jelasnya.

Baca Juga :  NGO Konawe Lumpuhkan Aktivitas Mobil Pemuat Ore Milik PT. ST Nikel

Lanjut kata Nahwa, hasil evaluasi tim yustisi menyebutkan selama ini operasi di gelar di empat titik yang rutin menjadi sasaran operasi yakni, Kawasan eks MTQ, Kendari Beach, Jembatan Kuning dan Taman Kali Kadia.

Namun menjelang libur pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2020 kemungkinan akan dibuatkan surat edaran untuk memberikan batasan kepada pengunjung di Jembatan Teluk Kendari yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 22 Oktober lalu.

“Selama libur lima hari ke depan akan dibuat surat edaran untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan batasan jika Jembatan Teluk Kendari tidak ditutup untuk sementara waktu,” tutup Sekda Kota Kendari Nahwa Umar.

Untuk diketahui, Tim gabungan Operasi Yustisi Pemkot Kendari teridiri dari Satpol PP, Dinkes, BPBD, Dinas Perhubungan, Kominfo, TNI dan POLRI.

Laporan : Hani
Editor : MA

Komentar