Kendari, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Kendari, Rabu (4/3/2026).
Sidak dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra dengan menyasar sejumlah titik, di antaranya Pasar Mandonga, Gudang Bulog Punggaloba di kawasan Benu-Benua, PT Wings Surya di Bypass Lepo-Lepo, serta Hypermart The Park Kendari.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan menjelang Lebaran.
Sebelum bergerak ke lokasi sidak, rombongan lebih dahulu berkumpul di Lapangan Korem 143 Halu Oleo. Turut hadir Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sultra, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dari hasil pengecekan di Pasar Mandonga dan Gudang Bulog, pemerintah memastikan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman hingga tiga bulan ke depan.
“Stok beras, minyak goreng, dan gula pasir masih cukup hingga tiga bulan ke depan. Artinya, untuk kebutuhan Lebaran 2026 tidak ada masalah dari sisi ketersediaan,” kata Andi Sumangerukka.
Selain memantau stok, tim juga mengecek harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Mandonga. Berdasarkan hasil pemantauan, harga bahan pokok utama masih terpantau stabil dan berada dalam batas wajar.
Harga beras medium dan premium tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram. Sementara beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram. Untuk gula pasir kemasan premium berada di kisaran Rp17.500 per kilogram dan minyak goreng premium sekitar Rp26.990 per liter.
Harga-harga tersebut dinilai masih sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan relatif stabil menjelang Idul Fitri.
Namun, temuan berbeda didapati saat tim melakukan pengecekan di ritel modern. Pemerintah menemukan tujuh komoditas yang harganya melampaui HET, yakni cabai keriting, cabai rawit, daging ayam, telur ayam ras, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah.
Menindaklanjuti temuan itu, Gubernur langsung meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra untuk segera melakukan penyesuaian harga di ritel modern.
“Saat pengecekan berikutnya, saya ingin seluruh harga sudah sesuai HET,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan akan terus memantau perkembangan harga di lapangan hingga mendekati Idul Fitri 2026. Pengawasan dilakukan guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Di akhir keterangannya, Andi Sumangerukka juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, pemerintah menjamin ketersediaan stok serta kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Tidak perlu panic buying. Stok aman dan pemerintah akan terus mengawal agar harga tetap stabil,” ujarnya.






