Kendari, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menargetkan proses peleburan 12 PT BPR Bahteramas (Perseroda) se-Sultra menjadi satu entitas dapat direalisasikan paling lambat April 2027.
Hal itu disampaikan Andi saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 PT BPR Bahteramas (Perseroda) se-Sultra Tahun 2026 yang digelar di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis (11/6/2026).
Menurut Andi, langkah konsolidasi dan peleburan tersebut merupakan amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 yang bertujuan memperkuat permodalan, tata kelola, dan daya saing perusahaan.
“Peleburan ini merupakan langkah strategis agar BPR Bahteramas semakin kuat, sehat, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi daerah. Targetnya dapat direalisasikan pada akhir tahun 2026 atau paling lambat April 2027,” kata Andi.
Dalam kapasitasnya sebagai Pemegang Saham Pengendali, Andi menjelaskan bahwa RUPS menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja PT BPR Bahteramas selama tahun buku 2025 sekaligus menyusun rencana bisnis tahun 2026.
Selain membahas kinerja perusahaan, agenda RUPS juga mencakup pengisian jabatan direksi yang masih kosong pada PT BPR Bahteramas Kabupaten Kolaka Utara, Kota Kendari, dan Kabupaten Muna. Sementara itu, pengisian posisi komisaris dilakukan pada PT BPR Bahteramas Kabupaten Bombana dan Kabupaten Buton.
Andi menegaskan bahwa RUPS tidak boleh hanya menjadi agenda rutin yang bersifat administratif. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi perusahaan.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah masih adanya kredit bermasalah di sejumlah PT BPR Bahteramas. Selain itu, terdapat kewajiban pembayaran dividen tahun 2022 hingga 2024 yang belum disetorkan oleh beberapa BPR.
“Kegiatan ini harus menghasilkan penyelesaian yang nyata terhadap berbagai persoalan yang ada, terutama kredit bermasalah dan kewajiban dividen yang belum dituntaskan,” ujarnya.
Andi juga mengapresiasi dukungan pemerintah kabupaten dan kota yang terus memperkuat BPR Bahteramas, termasuk melalui penambahan penyertaan modal di sejumlah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menghadapi proses konsolidasi.
Ia berharap seluruh direksi dan komisaris PT BPR Bahteramas se-Sultra terus meningkatkan profesionalisme dan kinerja perusahaan sehingga mampu menjadi lembaga intermediasi yang sehat, mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
“BPR Bahteramas harus mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” katanya.
RUPS tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Sultra, para bupati dan wali kota se-Sultra, kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Direktur Utama Bank Sultra, serta direksi dan komisaris PT BPR Bahteramas se-Sultra.






