Kendari, Sultrademo.co — Ancaman keracunan makanan masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di berbagai daerah. Berangkat dari kondisi tersebut, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) Kota Kendari menggelar Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi penjamah pangan tingkat Kota Kendari tahun 2026 di Aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Ketua Hakli Kota Kendari, Hasria, SKM., M.AP. Ia menegaskan peran penjamah makanan sangat krusial karena berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi konsumen utama pangan siap saji.
Menurut Hasria, makanan yang diolah setiap hari dapat menjadi sumber manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan penyakit apabila tidak dikelola sesuai standar keamanan pangan.
“Kasus keracunan makanan kerap terjadi dan selalu menjadi perhatian publik. Karena itu proses pengolahan makanan tidak boleh dianggap remeh. Tangan kita menentukan kesehatan banyak orang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya disiplin higiene perorangan, mulai dari menjaga kebersihan tangan, memastikan kuku tidak panjang, menggunakan perlengkapan kerja yang bersih, hingga menghindari kebiasaan yang dapat mencemari makanan. Hal-hal kecil, katanya, sering menjadi celah terjadinya kontaminasi.
Melalui kegiatan ini, Hakli berharap tercipta komitmen bersama untuk menjaga mutu dan keamanan pangan di daerah. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran para penjamah makanan diharapkan mampu mencegah gangguan kesehatan akibat pangan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kota Kendari yang sehat dan produktif.
Sementara itu, Ketua Panitia Ridhayati, SKM, dalam laporannya menyampaikan pelatihan diikuti penjamah makanan dari sejumlah Satuan Pelayanan Gizi (SPG) dan pelaku usaha pangan siap saji di Kota Kendari. Ia berharap seluruh peserta mengikuti materi dengan serius dan tidak sekadar menjadikannya formalitas.
“Pelatihan ini bagian dari upaya berkelanjutan Hakli meningkatkan kapasitas dan kompetensi penjamah makanan,” katanya.
Peserta akan memperoleh pembekalan terkait prinsip dasar keamanan pangan, pengelolaan bahan makanan, proses pengolahan higienis, serta pencegahan risiko kontaminasi. Dengan bekal tersebut, diharapkan praktik pengolahan pangan di lapangan semakin aman dan memenuhi standar kesehatan.
 






