Jakarta, Sultrademo.co – Anggota Ombudsman RI, Hery Susanto, resmi meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu (6/11/2024).
Dalam sidang terbuka yang digelar di Kampus UNJ Rawamangun, Jakarta, Hery mengupas penelitiannya yang bertajuk “Budaya Organisasi, Kepedulian Lingkungan, dan Pengetahuan Regulasi dengan Intention Penggunaan Kendaraan Listrik”.
Risetnya difokuskan pada faktor-faktor yang dapat mendorong niat menggunakan kendaraan listrik di Jakarta, terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.
“Penelitian ini adalah langkah awal untuk perubahan ke arah yang lebih ramah lingkungan, menuju zero emission di kota besar seperti Jakarta yang menghadapi tantangan polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar fosil,” kata Hery dalam sidangnya.
Didampingi oleh Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd. sebagai promotor, serta Prof. Dr. Henita Rahmayanti, M.Si. sebagai ko-promotor, Hery menerima apresiasi atas ketekunan akademisnya dari Prof. Dedi Purwana, Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ.
Menurut Hery, risetnya terkait erat dengan tugasnya di Ombudsman, terutama dalam bidang pengawasan layanan publik yang mencakup isu lingkungan.
“Sebagai pengawas publik, kami perlu memahami bagaimana teknologi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik dapat menjadi solusi polusi di perkotaan,” jelasnya.
Dalam paparan penelitiannya, Hery menyoroti budaya organisasi, kepedulian lingkungan, dan pengetahuan regulasi sebagai faktor kunci dalam peningkatan penggunaan kendaraan listrik, khususnya di kalangan ASN Pemprov DKI.
“Budaya organisasi dan kepedulian lingkungan adalah pilar penting untuk mewujudkan adopsi kendaraan listrik yang lebih luas di Jakarta,” ungkapnya.
Prof. Jeni Ria Rajagukguk, salah satu penguji, menyarankan agar penelitian Hery menekankan perbandingan emisi antara kendaraan listrik dan berbahan bakar fosil.
Menanggapi hal ini, Hery menjelaskan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai mampu mengurangi polusi secara signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar BBM.
Saat ditanya apakah penelitian ini akan diterapkan dalam kerjanya di Ombudsman, Hery menjawab bahwa ia optimis untuk membawa hasil risetnya ke tingkat implementasi.
“Saya berencana memperkenalkan inisiatif ramah lingkungan di Ombudsman dan berharap bisa bekerja sama dengan kementerian dan lembaga untuk mendukung kendaraan listrik,” tambahnya.
Hery berharap penelitiannya dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan dan mendukung transisi ke kendaraan listrik.
“Kendaraan listrik adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan lingkungan kita,” katanya.
Dengan sumber daya nikel yang dimiliki Indonesia sebagai bahan baku baterai, Hery optimis Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri kendaraan listrik.
“Dukungan kebijakan pemerintah sangat penting untuk mengarahkan masyarakat menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya penuh optimisme.
Di akhir sidang, Hery menegaskan bahwa gelar doktor ini adalah awal dari perjuangan nyatanya untuk lingkungan.
“Penelitian ini bukan sekadar teori, tetapi upaya konkret yang dapat diimplementasikan demi kota Jakarta dan lingkungan Indonesia yang lebih sehat,” tandasnya.









