Ini Tiga Masalah Utama Pada Perlindungan Perempuan dan Anak di Sultra

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk KB (P3APPKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Tenri Rawe Silondae menguak tiga isu dan persoalan utama yang masih menimpa masyarakat.

Tiga persoalan itu yakni masih rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan dalam bidang pembangunan. Kedua, tinggi kekerasan pada perempuan dan anak, termaksud tindak pidana perdagangan orang, dan ke tiga masih tingginya angka kelahiran total (TFR).

Bacaan Lainnya

Terkait itu, Tenri mengemukakan, pada tahun 2020 melalui APBD, pihaknya akan melakukan langkah-langah untuk mengupayakan kesejahteraan dan perlindungan anak. Salah satunya menyusun kebijakan pemenuhan anak, serta menyusun aksi rencana daerah pencapaian pemenuhan anak.

“Langkah lain di 2020, kita akan lakukan pelatihan sistem perlindungan anak, rapat koordinasi forum anak daerah, pelatihan gugus tugas, advokasi dan sosialisasi sarana pojok ASI pada lembaga publik dan fasilitas umum, sosialisasi pembentukan kabupaten/kota layak anak, dan pelatihan fasilitator kota layak anak,” katanya saat
melakukan diskusi tematik dengan Staf Ahli Komisi Perlindungan Perempuan Perlindugan Anak (KP3A) yang menghadirkan langsung Staf Ahli Mentri Bidang Komunikasi Pembangunan sebagai pemateri, di salah satu hotel Kendari, Selasa 10/12.

Sementara itu, Staf Ahli Kementrian Bidang Komunikasi dan Pembangunan, Ratna Susianawati bersyukur dapat mendengar langsung kenyataan itu di Sultra, pasca itu, lanjut dia, akan menjadi laporannya kepada kementerian untuk ditindak lanjuti.

“Saya sangat berterima kasih, bisa diundang disini. Saya baru tahu, ternyata realita yang ada di Sultra seperti ini. Kekerasan yg dialami anak cukup tinggi di Sultra, sehingga ini menjadi perhatian kita bersama,” singkat dia.

Laporan : Ilfa
Editor : AK

Pos terkait