Jadi Landmark Kota, Pemkot Bakal Renovasi Tamkot Kendari

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Taman Kota (Tamkot) Kendari kabarnya bakal mendapatkan penataan ulang. Hal ini dibenarkan oleh Wali Kota selaku Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Tak tanggung-tanggung, untuk renovasi tersebut Pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar.

Kata Wali Kota, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap lelang. Jika rampung, Tamkot bakal berganti nama menjadi Taman Kalosara.

Bacaan Lainnya

Hadirnya Taman Kalosara tersebut disambut baik oleh Wali Kota Kendari. Pasalnya taman tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), informasi dan teknologi. Selain itu diharapkan bisa menjadi ruang publik sekaligus menjadi landmark Kota Kendari.

“Tahun ini akan kota benahi. Mudah-mudahan 2022 sudah rampung dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Namanya kita akan ubah menjadi Taman Kalosara dan lokasinya bisa digunakan sebagai tempat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kendari,” kata Sulkarnain.

Di temui terpisah, Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kendari, Seiko mengungkapkan tujuan penataan (perubahan) tamkot menjadi Taman Kalosara yakni untuk menambah nilai atau ciri khas kawasan dengan menempatkan (membangun) sebuah Monumen Kalosara yang bermakna persatuan.

Ia menambahkan, selain sebagai monumen persatuan, taman tersebut nantinya akan menjadi sarana edukasi bagi warga tentang budaya Sultra, khususnya budaya Kota Kendari. Apalagi lokasi taman budaya ini tepat berada di 0 kilometer Kota Kendari.

Lanjut Seiko menjelaskan, Taman Kalosara disisi lainnya akan berfungsi sebagai ruang publik yang menyediakan berbagai sarana seperti tempat bermain anak, rest area, toilet umum, dan jogging track.

Jogging tracknya kita akan buat dua jenis, bertingkat. Ada untuk masyarakat yang ingin berolahraga juga untuk warga yang hanya sekedar jalan-jalan, berselfi dan sebagainya,” terangnya.

Namun, dari semua pemaparan diatas tadi, Seiko menegaskan bahwa Penataan taman tetap mengacu UU nomor 26 tahun 2007 tentang tata ruang. Di mana penataan harus sesuai dengan fungsinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Semua tetap sesuai fungsinya, diantaranya, memenuhi kebutuhan sosial budaya, fungsi ekologi dan ekonomis. Artinya, bisa dimanfaatkan untuk pelaku UKM. Apalagi pemerintah saat ini terus mendorong keberadaan UKM termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi,” kata Seik (Jumat,23/04/21).

Laporan : Hani

Pos terkait