Kendari, Sultrademo.co – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kendari mengalami peningkatan yang signifikan dibanding bulan Desember 2023.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi setelah melakukan pemetaan terhadap kasus DBD di Kota Kendari, dan hasilnya menunjukkan bahwa ada tiga kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi. Kecamatan Baruga menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Kecamatan Poasia, dan selanjutnya Kecamatan Wuawua.
Dikatakannya, ketika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kasus DBD di Kota Kendari juga menunjukkan angka yang lebih tinggi.
Ellfi menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kota Kendari telah mengirim surat kepada seluruh fasilitas kesehatan di wilayah tersebut yang meminta agar setiap pasien yang diduga terjangkit DBD dan mengalami gejala batuk segera menjalani Rapid Tes. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan yang lebih intensif dan akurat terhadap potensi penyebaran virus.
“Dengan adanya peningkatan kasus ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan respons cepat. Kami mengajukan Rapid Tes untuk pasien DBD yang juga mengalami batuk, sebagai langkah pencegahan yang lebih proaktif,” ujar Ellfi, Minggu, (04/02/24).
Peningkatan kasus DBD yang tercatat menjadi perhatian serius bagi pihak Dinas Kesehatan Kota Kendari.
“Upaya-upaya pencegahan yang lebih tegas, termasuk Rapid Tes, diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kasus-kasus potensial lebih dini dan memberikan penanganan yang lebih efektif, ” harapnya.
Masyarakat Kota Kendari diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala DBD. Dinas Kesehatan juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung langkah-langkah pencegahan yang telah diambil demi kesehatan bersama.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






