KBPM Tantang Bupati Laporkan Pemuda/Mahasiswa se Konsel

  • Whatsapp
Ketgam: Aliyadin Koteo, dan Alpian Annas saat menggelar konferensi pers disalah satu warkop di Kendari

Kendari, Sultrademo.co-Perihal pencemaran nama baik yang dilaporkan Bupati Konsel, Surunuddin Dangga melalui kuasa hukumnya, Keluaga Besar Pemuda dan Mahasiswa Konsel (KBPM) malah meyambut baik itu.

Setidaknya, Bupati Konsel dinilai telah menunjukan sikap aslinya tidak menerima peringatan/kritikan dan lebih cenderung menganggap aspirasi dan peringatan atas janjinya sebagai penghinaan.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, KBPM juga menantang Bupati, Surunuddin untuk tidak tebang pilih, atau pilih merek dengan hanya melaporkan seorang saja dalam polemik pembebasan lahan hingga berbuntut pencemaran nama baik seperti yang dialamatkan Bupati Konsel, kepada Manzah Lapangulu, salah seorang anggota KBPM.

Mereka (KBPM, red) menantang bupati untuk melaporkan seluruh anggota KBPM, sebab dalam pamflet yang beredar dan bertuliskan “Adinda Surunuddin Berbohong lagi” itu atas inisiatif semua anggota KBPM.

“Saya rasa tidak ada disitu penghinaan atau pencemaran, kalau disebut nama Surunuddin, itu karena dia adalah nama seorang yang menjabat sebagai bupati, setiap kali kita menyebut bupati, ataupun sebaliknya, maka nama dan jabatan akan selalu melekat, kok ada bupati diingatkan bukan sadar malah melawan mau penjarakan, kan kasian, tapi maaf kami tidak takut, kendati anggota kami dilaporkan, justru ini menambah kekuatan kami,” jelas Aliyadin Koteo, Pendiri GMKM Konsel yang juga penanggung jawab KBPM. Rabu 19/11.

Ditambahkan Mantan Ketua Senat Mahasiswa IAIN Kendari ini, disebutnya nama Surunuddin, sebab dia adalah bupati yang sebelumnya telah berjanji, dan menyuruh mahasiswa mencari dan menyodorkan lahan untuk dibebaskan tahun 2019.

“Kira-kira kalau berjanji 2019 dibebaskan lahan, dia sendiri yang suruh kita cari lahan, baru dia sumpah kolunggu, lalu dia bilang tidak jadi nantipi 2020 entah apa sebabnya bukan bohongka itu namanya, mau diputar putar bagaimapun penjelesannya, mau alasan apapun kenapa nanti tahun 2020 baru diurus pembebasan lahan, tetap Bupati Konsel, Surunuddin Dangga disebut telah berbohong,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tamalaki Sultra, Alpian Annas mempertegas, apapun konteksnya, dia dan seluruh anggota KBPM akan selalu satu rasa, satu suara, pihaknya akan tetap mengawal gerakan hingga akhirnya ditepati.

“Janji harus ditepati, kalau tidak berarti konsekwensinya adalah kami menagih janji, kami melawan, dan kami akan terus menuntut sampai akhirnya diwujudkan,” katanya.

Olehnya itu pihaknya akan tetap turun dengan kekuatan besar, meski hari ini dibatalkan karena Bupati dan Wakil Bupati Konsel dikabarkan sedang di luar kota, pihaknya memastikan akan kembali mendatangi kantor Bupati Senin mendatang.

Laporan : Adi
Editor : AK

Pos terkait