Pemkot Sebut Anak Jalanan di Kendari Didatangkan dari Daerah Lain

  • Whatsapp

Kendari Sultra demo.co- Di Kota Kendari hingga kini masih ada saja anak jalanan yang berkeliaran di sekitaran rambu lalu lintas (lampu lalu lintas) bahkan disepanjang jalan menuju SMK Negeri Kendari.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Kendari, melalui Sekretaris Daerah, Hj. Nahwa Umar angkat bicara. Menurut dia, anak jalanan yang berkeliaran itu bukanlah dari Kota Kendari, melainkan didatangkan dari daerah lain lalu dipekerjakan sebagai tukang minta-minta.

Bacaan Lainnya

“Keberadaan mereka itu (anak jalanan) sebenarnya ada yang mengorganisir, jadi yang perlu dimusnahkan itulah yang mengorganisir mereka,” ucap Nahwa kepada media usai mengikuti pertemuan di salah satu hotel di Kota Kendari. Selasa 04/02/2020.

“Itu kan sudah melanggar aturan mempekerjakan anak dibawah umur dan mereka tidak disekolahkan, hal ini sudah melanggar hak anak dan bisa juga kena undang-undang perlindungan anak,” tambahnya.

Meski begitu, tambah Nahwa, upaya yang akan dilakukan oleh Pemkot yakni mensosialisasikan hak-hak anak dan memastikan tersedianya fasilitas bermain untuk anak-anak tersebut, selanjutnya menyediakan tempat tinggal bagi mereka. Dan untuk orang-orang yang mempekerjakan tentunya akan ditindak lanjuti kepada pihak yang berwajib.

“Hal ini dilakukan demi tercapainya Kota Kendari sebagai kota layak anak,”tutupnya.

Jurnalis Sultrademo.co mencoba melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap beberapa anak jalanan, dan beberapa anak yang berhasil ditemui di lampu lalu lintas mengaku bukanlah dari Kota Kendari, melainkan dari Ranomeeto, dan ada juga dari Puunggaluku, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel.

Mereka (anak jalanan,red) tidak mau menyebutkan siapa yang mempekerjakan mereka, tapi ada juga yang menyebut insiatif sendiri untuk membantu orang tua.

Reporter : Hani
Editor : Adin

Pos terkait