Kendari Diguyur Hujan, Dua Bocah Pemulung Tidur Beralas Kardus Dipinggir Badan Jalan

Ketgam : Dua bocah yang tidur dipinggir badan jalan Jendral Ahmad Yani, tepat depan SMA Negeri 4 kendari

Kendari, Sultrademo.co – Meski dalam keadaan berpakaian basah pasca diguyur hujan, dua bocah pemulung tidur beralas kardus, dipinggir badan jalan Jendral Ahmad Yani, tepat depan SMA Negeri 4 kendari.

Kedua bocah pemulung itu cukup menyita perhatian beberapa pengguna jalan yang melintas. Pasalnya, pukul 00.20 Wita Rabu dini hari (7/7), keduanya tidur dipinggir badan jalan bersama karung hasil memulung dan beralas kardus yang cukup basah.

Bacaan Lainnya

Kedua bocah pemulung yang tidak mau menyebutkan namanya itu tampak kedinginan. Salahsatunya pun menggunakan karung hasil memulungnya untuk menutupi kakinya yang kedinginan.

Salah satu bocah mengatakan, mereka sedang menunggu orangtuanya yang akan menjemput dan mengaku bertempat tinggal di daerah Puwatu.

“Sa tunggu bapakku mau jemput, ” ucap salah satu bocah, Rabu (7/7).

Beberapa pengguna jalan yang tampak iba dan khawatir kedua bocah ditabrak oleh pengendara jalan lain, menawari untuk mengantarnya pulang, namun kedua bocah tersebut bersikokoh menolak.

“Tidak mau, sebentar ada bapakku yang jemput, ” tandasnya.

Menurut bocah tersebut, orangtuanya sedang memulung di daerah Mandonga.

Hasil pantauan wartawati Sultrademo.co, hingga pukul 01.00 Wita, kedua bocah tersebut tak mau diantar pulang oleh pengguna jalan yang melintas dan enggan berpindah dari pinggir badan jalan. Orangtuanya pun terpantau belum menjemput kedua bocah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sultrademo.co masih berusaha meminta keterangan pihak Dinas Sosial setempat sebagai representatif Kendari sebagai kota layak anak.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Luthfi Badiul Oktaviya
Editor: Uci Lestari

Pos terkait