Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai mematangkan persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pembenahan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang memiliki bobot penilaian mencapai 36 persen.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penilaian Adipura 2026 yang digelar di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Jumat (30/10/2026).
Rakor dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Kendari.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah melakukan penguatan koordinasi sekaligus pembagian tugas kepada masing-masing OPD berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa persiapan menghadapi Adipura bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, upaya mewujudkan kota bersih juga sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Kami bersama rekan-rekan Forkopimda melaksanakan rapat pemantapan pelaksanaan penilaian Adipura 2026. Ini juga merupakan bagian dari sinergi program Bapak Presiden, yakni program ASRI. Insyaallah, Pemerintah Kota Kendari bersama masyarakat siap menghadapi penilaian Adipura 2026,” ujar Siska.
Ia menjelaskan, terdapat 14 titik pantauan yang menjadi objek penilaian. Setiap titik memiliki indikator yang harus dipenuhi secara terperinci sehingga diperlukan kesiapan dan tanggung jawab masing-masing OPD.
Siska secara khusus menyoroti sektor pengelolaan TPA karena memiliki kontribusi besar dalam penilaian Adipura 2026.
“Pembagian tugas harus sesuai dengan indikator penilaian. Ada beberapa poin penting yang sangat detail, termasuk 14 titik pantauan. Salah satu yang memiliki bobot sangat tinggi adalah TPA, yakni sekitar 36 persen,” jelasnya.
Besarnya bobot penilaian tersebut membuat Pemkot Kendari memberikan perhatian serius terhadap peningkatan pengelolaan sampah, mulai dari lingkungan permukiman, pengangkutan, hingga penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir.
Selain pembenahan teknis, pemerintah juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Siska menegaskan, Pemkot Kendari tidak hanya ingin berpartisipasi dalam penilaian Adipura, tetapi juga menargetkan dapat meraih penghargaan tersebut pada 2026.
“Kendari menuju Adipura dan Kendari harus menang Adipura 2026. Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh penilaian ini. Mari berkolaborasi menuju Kendari bersih dan Kendari semakin maju,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup bersih melalui langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta aktif mengikuti kegiatan kerja bakti.
Melalui rakor tersebut, Pemkot Kendari berharap seluruh OPD bersama Forkopimda dapat menjalankan tugas secara terarah dan terukur untuk memenuhi seluruh indikator penilaian.
Pemerintah menilai keberhasilan meraih Adipura tidak cukup hanya dengan melakukan pembenahan menjelang kedatangan tim penilai. Lebih dari itu, diperlukan komitmen berkelanjutan untuk membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
Dengan memperkuat kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat, Pemkot Kendari optimistis dapat mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, nyaman, sekaligus merealisasikan target meraih penghargaan Adipura 2026.
 






