Kendari, Sultrademo.co – Indah Rahma Sari melayangkan klarifikasi terbuka terkait pemberitaan media siber SahabatSultra.com mengenai polemik siaran langsung (live) TikTok yang melibatkan dirinya dan Wulan Valenzya.
Indah meminta media mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, dan tanggung jawab jurnalistik.
Persoalan ini bermula dari percakapan dalam live TikTok yang berujung pada penafsiran sejumlah ucapan yang dianggap menyinggung pihak tertentu. Indah meminta agar percakapan tersebut diperiksa secara utuh berdasarkan konteks dan bukti yang valid, bukan sekadar penafsiran sebelah pihak.
“Keterangan atau penafsiran dari salah satu pihak perlu dibedakan dari fakta yang telah diverifikasi, sehingga pembaca memahami bahwa suatu dugaan belum tentu merupakan fakta terbukti,” ujar Indah melalui keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Selain konteks percakapan, Indah juga menyoroti pencantuman status pekerjaannya sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta penyebutan instansi tempatnya bertugas, SMA Negeri 1 Sawerigadi.
Ia meminta redaksi meninjau kembali relevansi informasi tersebut agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.
Sebelumnya, Indah telah melayangkan somasi kepada pihak SahabatSultra.com terkait pemberitaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Pimpinan Redaksi SahabatSultra.com melalui surat nomor 00/SS/X/2026 menyatakan telah menerima keberatan tersebut dan meminta Indah menyampaikan materi hak jawab.
Indah menyambut baik tawaran hak jawab tersebut sebagai ruang untuk meluruskan duduk perkara. Namun, hingga siaran pers ini dirilis, proses perbaikan pemberitaan dan penerbitan hak jawab tersebut belum terlaksana.
Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara profesional melalui mekanisme yang berlaku tanpa merugikan pihak manapun, serta mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada informasi yang utuh dan terverifikasi.
 






