Kendari, Sultrademo.co – Sejumlah organisasi kepemudaan lintas agama di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi membentuk Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (FORKOM PELITA), Minggu (18/10/2026).
Forum ini dihadirkan sebagai wadah silaturahmi dan kolaborasi untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Kendari.
Pembentukan forum tersebut disepakati dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari enam organisasi kepemudaan lintas agama, yaitu: GP Ansor Marton, S.Pd.I, Pemuda Muhammadiyah Supratman, S.Pd., M.Pd, Peradah Kadek Dana, S.Sos, GAMKI Retno Try Ningtyas, S.T, Pemuda Katolik Andhika Prasetya, S.H., M.H, Tri Surya Manggala Gede Agus Sutrayasa, S.T., M.T.
Perwakilan FORKOM PELITA menyampaikan bahwa pembentukan wadah ini merupakan langkah konkret pemuda di Kendari untuk membangun ruang kolaborasi yang inklusif demi merawat toleransi, persatuan, dan keharmonisan daerah.
FORKOM PELITA dirancang tidak hanya sebagai tempat berdialog, tetapi juga untuk melahirkan program aksi nyata bagi masyarakat. Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya Dialog lintas iman, kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, edukasi toleransi dan penguatan wawasan kebangsaan, serta respons aktif pemuda terhadap isu-isu sosial
Ke depan, FORKOM PELITA berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan yang berkelanjutan di Kota Kendari.
Melalui slogan “Berbeda Iman, Satu Kemanusiaan, Bersama Menjaga Kerukunan”, keenam organisasi tersebut menegaskan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan bersama melalui semangat gotong royong dan saling menghormati.
 






