Kendari Jadi Prioritas Nasional, Wali Kota Sukses Gaet Dukungan Kementerian LHK Untuk Atasi Sampah

Ketgam : Wali Kota, Siska Karina Imran bertemu Menteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq, paparkan kondisi pengelolaan sampah di Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Persoalan sampah di Kota Kendari akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, belum lama ini menyambangi langsung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Jakarta, membawa misi penting mencari solusi konkret untuk persoalan sampah yang masih jadi pekerjaan rumah di ibu kota Sulawesi Tenggara itu.

Dalam pertemuan hangat bersama Menteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Siska memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Kendari yang masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari kurangnya armada pengangkut, fasilitas pemilahan sampah yang minim, hingga kapasitas TPA yang belum memadai.

Bacaan Lainnya
 

“Kami butuh dukungan, bukan hanya alat dan infrastruktur, tapi juga metode pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan,” ujar Wali Kota Siska, Jumat (23/5/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, agar sistem yang dibangun benar-benar partisipatif dan berkelanjutan.

Ternyata, curhatan sang wali kota langsung direspons cepat oleh Menteri LHK. Menteri Hanif tak tanggung-tanggung langsung memberi instruksi ke jajarannya untuk menyalurkan bantuan sarana dan prasarana Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) untuk Kendari.

“Kendari kita jadikan daerah prioritas. Kita akan dampingi langsung pengelolaan TPS 3R dan TPA di sana,” ujar Menteri Hanif.

Langkah ini jadi angin segar bagi warga Kendari yang berharap kotanya bisa lebih bersih, tertata, dan ramah lingkungan dengan kolaborasi erat antara pusat dan daerah.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait