Kendari, Sultrademo.co – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) Nasaruddin Umar mendapatkan apresiasi luas atas kinerjanya selama 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Berdasarkan survei yang dilakukan Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) pada 5-10 Januari 2025, Nasaruddin menempati posisi kedua dengan tingkat kepuasan sebesar 23,63 persen, di bawah Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meraih 29,91 persen.
Sejak dilantik pada 21 Oktober 2024, Menag Nasaruddin langsung mengimplementasikan berbagai program prioritas, yang selaras dengan Rencana Strategis Kementerian Agama 2024-2029 dan Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu fokus utamanya adalah pemberantasan korupsi dan gratifikasi, yang terus menjadi perhatian serius di internal kementerian.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, Muhamad Saleh, memuji langkah-langkah cepat dan inovatif yang diambil Nasaruddin. “Gebrakan yang dilakukan selama tiga bulan terakhir menunjukkan kepemimpinan yang berani, inovatif, dan inklusif,” ujarnya.
Salah satu capaian penting Menag adalah penurunan biaya perjalanan ibadah haji yang dirumuskan bersama Komisi VIII DPR RI. Selain itu, ia memperkenalkan konsep Pendidikan Berbasis Toleransi melalui Kurikulum Berbasis Cinta, yang menjadi wujud konkret dari visi moderasi beragama yang diusungnya.
Dalam Expo Inovasi, Refleksi, dan Proyeksi Kementerian Agama 2025, Nasaruddin kembali menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi harmoni dalam keberagaman.
Ia juga mendorong para pemuka agama untuk lebih dekat dengan umat, memberikan pemahaman keagamaan yang inklusif, serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Menag telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam merangkul keberagaman dan menjaga harmoni sosial,” tambah Muhamad Saleh.
Ia juga menggarisbawahi bahwa program-program tersebut telah menjadi inspirasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Survei CISA menilai kinerja Menag berdasarkan 10 indikator utama. Tiga indikator yang mendapatkan skor tertinggi adalah komunikasi (30,45 persen), integritas (21,61 persen), dan kepemimpinan (19,43 persen). Indikator lainnya mencakup pelayanan publik, etos kerja, program kerja, anti-korupsi, inovasi, independensi, dan responsibilitas.
Menag Nasaruddin juga mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Agama untuk bekerja lebih profesional dan tanggap dalam melayani kebutuhan masyarakat. Kemampuannya menginspirasi, menggerakkan, dan mengarahkan aparatur kementerian mendapat pengakuan luas dari berbagai kalangan.
“Kami di Kemenag Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk mengikuti arahan Menag dalam memberikan pelayanan prima dan menjaga profesionalisme di setiap lini,” pungkas Muhamad Saleh.










