Kendari, Sultrademo.co – Suasana religius berpadu dengan semangat pendidikan mewarnai Tabligh Akbar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat, 2 Mei 2025.
Tak hanya menghadirkan penceramah nasional ternama Prof. KH. Abdul Somad Batubara, acara ini juga menjadi panggung refleksi pendidikan spiritual dan teknologi yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, mengangkat tema “Mendidik dengan Hati, Mencerahkan dengan Ilmu”, kegiatan ini tak sekadar seremonial tahunan. Di tengah era digital, Pesantren Ummusshabri justru menawarkan model pendidikan yang memadukan spiritualitas dengan kemajuan teknologi dan globalisasi.
Dalam sambutannya, Wagub Hugua menyambungkan makna peringatan Hardiknas dengan cita-cita besar daerah.
“Kita tidak bisa hanya bicara IPTEK tanpa menyentuh etika, adat, dan akhlak. Momentum ini penting untuk mengingatkan kita semua bahwa mencerdaskan bangsa harus menyeluruh,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara emosional dan spiritual.
“Kehadiran Pak Ustadz Abdul Somad di sini adalah wujud dari penghormatan kita terhadap nilai-nilai agama dalam pendidikan,” tambah Hugua.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ummusshabri, Supriyanto, mengungkapkan bahwa sistem pendidikan di pesantren ini merupakan sinergi dua peradaban: Barat dan Timur.
“Kami punya kelas internasional full English, kelas Cambridge, dan kelas digital AI. Tapi hafalan Qur’an dan nilai-nilai agama tetap menjadi pondasinya,” jelasnya.
Ia menyoroti fenomena pendidikan masa kini yang kerap terjebak pada pendekatan materialistik.
“Anak rewel dikasih HP, bukan dididik dengan dialog. Maka tema hari ini mengajak kita kembali mendidik dengan hati,” ujarnya, disambut antusias para hadirin.
Tabligh Akbar ini menjadi ajang penguatan nilai dalam pendidikan yang jarang disentuh: ketulusan, spiritualitas, dan kearifan lokal. Ustadz Abdul Somad, dalam tausiahnya, mengajak masyarakat untuk menjadikan ilmu sebagai cahaya, bukan sekadar alat mengejar dunia.
Dengan kehadiran tokoh agama, pemimpin daerah, dan ribuan jamaah, acara ini menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya adalah ruang kolaborasi antara iman dan pengetahuan. Suasana di Ummusshabri hari itu pun bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah seruan untuk membangun generasi tercerahkan, dari hati dan dengan ilmu.
Penulis: Arini Triana Suci R
Editor : UL








