Kendari, Sultrademo.co- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Barat (Sulbar), sekaligus ketua tim pemenangan Mulfachri Harahap-Hanafi Rais, Muhammad Asri Anas menyebut pelaksanaan kongres PAN di Kendari tidak sesuai dengan mekanisme.

“Kesuksesan kongres PAN menjadi keinginan bersama agar berjalan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang kemudian diputuskan oleh DPP PAN. Kemudian penetapan lokasi Kongres PAN di Kendari dipilih karena dianggap layak, walaupun sebelumnya menuai perdebatan dari banyak pihak,”katanya.

Ia mengatakan, diakhir kegiatan pihaknya merasa Caketum Zulkifli Hasan (Zulhas) dan tim pemenangan mulai banyak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan keputusan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT) partai.

“Termaksud keputusan SC yang membuat peraturan kongres,” bebernya.

Anas menjelaskan berdasarkan keputusan SC, pendaftaran Caketum dilakukan di Kendari atau di DPP PAN Pukul 08.00 Wita sampai dengan 17.00 Wita. Sementara pendaftaran peserta dilakukan di Hotel sampai dengan pukul 12.00 Wita, Sesuai dengan himbauan, setiap peserta harus datang membawa Kartu Tanda Anggota (KTP) dan Kartu Tanda Anggota (KTA).

“Kami (Pendukung Mulfachri-Hanafi) semua datang karena patuh dengan aturan sesuai dengan pernyataan Amien Rais jangan pernah melanggar aturan dan tidak melakukan ha-hal yang tidak sesuai dengan mekanisme dan mendaftar sesuai dengan prosedur yang ditetapkan SC,” tambahnya.

Pihaknya menyayangkan, Zulhas bersama tim suksesnya tidak melakukan sesuatu yang sudah ditetapkan SC.

“Selain itu, kami menyayangkan Ketua Panitia lokal yakni Abdurahman Shaleh (ARS) selaku Ketua DPW PAN Sultra dan Ketua OC, Eko Patrio keduanya tidak ada ditempat Kongres sebab mereka berada di Makassar, padahal mereka adalah ketua panitia dan penanggungjawab acara ini,” ujarnya.

Berdasarkan info yang diterima pihaknya, kata Anas, peserta lainnya (Tim Zulhas) mereka sudah mendaftarkan diri, sejak Kemarin (9/1). Hal tersebut dinilai sangat tidak sesuai dengan proses.

“Kan gila namanya, pesertanya tidak mendaftar, katanya mendafar dimakassar, id card nya sudah di ambil semua. Padahal mereka belum berada di Kendari dan dalam keputusan pendafataran peserta tidak bisa diwakili,” kesalnya.

“Kami mendaftar sesuai dengan prosedur, mereka itu pikirnya menang yang penting menang kongres yang ke V ini, sedangkan kongres 1, 2, 3 dan 4 tidak pernah ada kejadian seperti ini,” tuturnya.

Terakhir, Ia menegaskan jika pelaksanaan kongres tidak dijalankan dengan sesuai prosedur maka kongres tidak layak untuk dilaksanakan.

“Jika ada cara-cara curang dan masih dilanjutkan maka kami yakinkan tidak layak dilanjutkan,”pungkasnya. 10/02/2020.

Ilfa

Komentar
Baca Juga :  Ketua DPW PKB Instruksikan DPC Konut Menangkan Raup-Iskandar