Kunker Anggota Komisi IV DPRD Sultra Bahas Cagar Budaya di Konawe

  • Whatsapp

Konawe, sultrademo.co – Anggota komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Titin Nurbaya, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) bersama Siti Nur Laela, Fraksi Golkar, berkunjung ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) membahas optimalisasi cagar budaya dan perekapan data jumlah makam aicon budaya di Konawe. Rabu (22/1/2020)

Kunker tersebut, disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Konawe, DR. Suriyadi, S.Pd.,M.Pd, beserta jajarannya.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, Titin Nurbaya mengatakan telah berkoordinasi dengan upt balai cagar budaya Sulawesi Selatan (Sulsel) di wilayah benteng, bahwa makam lakidende adalah cagar budaya di Sultra, khususnya kabupaten Konawe, yang belum ditetapkan oleh pemkab Konawe melalui perda.

“Cagar budaya ini bisa dijadikan destinasi budaya dan wisata bagi masyarakat Konawe dan Masyarakat wilayah kabupaten lainnya. Jadi kedatangan kami melalui Kunjungan Kerja Formal ini, untuk merekap berapa banyak cagar budaya di kabupaten konawe dan berapa dana pemeliharaannya, sebab pengenjotan kultur budaya yang ada di kabupaten tetua ini, ” Jelas Istri Kery Saiful Konggoasa, Bupati Konawe itu.

Ia juga berjanji akan mengundang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melihat secara langsung mana cagar budaya yang ada di kabupaten konawe.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, DR. Suriyadi, mengatakan bahwa pihaknya siap mensukseskan baik secara rekap data cagar budaya, diantaranya yang terdaftar di kementerian pendidikan, yakni Lulo, Mosehe dan Kalosara.

“Lulo, Mosehe, dan Kalosara sudah terdaftar di kementerian pusat, sebab lulo kemarin mendapatkan rekor muri yang dilaksanakan bapak bupati konawe,” Jelas Suriyadi.

Pihak Dikbud Konawe akan mengadakan lukisan Raja Lakidende, Mago dan Rebi, yang akan dilaksanakan pada bulan april tahun ini.

“Sudah dianggarkan, jadi kita akan menunggu pencairannya, dari tiga lukisan raja, untuk di realisasikan tahun ini, sebab pelaksanaan foto lukisan raja saat ini belum ada,” Tutupnya.

Reporter : Jumardin

Pos terkait