Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR). Wali Kota Kendari, H. Sudirman, secara resmi membuka kegiatan Fasilitasi dan Integrasi Pelayanan KB-KR di wilayah Kota Kendari, Kamis (22/5).
Dalam kegiatan ini, Sudirman juga turut hadir sebagai narasumber utama. Sudirman menegaskan bahwa pelayanan KB tidak lagi sekadar dipahami sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk.
Menurutnya, arah kebijakan KB kini harus difokuskan pada penciptaan generasi yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi guna mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Kita tidak hanya berbicara soal angka, tetapi tentang kualitas hidup masyarakat. Pelayanan KB yang berkualitas merupakan kunci dalam menyiapkan generasi unggul sejak dini,” ujar Sudirman.
Ia juga menyoroti isu stunting sebagai tantangan serius yang memerlukan penanganan segera dan menyeluruh. Stunting, menurutnya, bukan hanya tentang keterlambatan pertumbuhan fisik anak, melainkan cerminan dari persoalan gizi kronis serta lemahnya akses terhadap layanan kesehatan ibu dan anak, bahkan sejak masa kehamilan.
“Stunting mencerminkan kurangnya asupan gizi, pola pengasuhan yang belum optimal, dan minimnya edukasi serta layanan kesehatan. Ini harus kita atasi secara terintegrasi,” tegasnya.
Pemerintah Kota Kendari, lanjut Sudirman, berkomitmen memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak dengan pendekatan integratif, termasuk melalui edukasi mengenai gizi seimbang dan penguatan ketahanan keluarga.
Ia meyakini bahwa KB yang berkualitas akan membantu keluarga dalam merencanakan kehamilan dengan lebih baik, serta memastikan setiap anak lahir dalam kondisi optimal – secara fisik, mental, dan sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahudding, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan implementasi metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di wilayah Kota Kendari.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program KB serta menjamin keberlanjutan kualitas pelayanan reproduksi.
“Ini adalah langkah konkret dalam memperluas akses dan pemanfaatan MKJP sebagai salah satu strategi pengendalian pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan dan berkualitas,” terangnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelayanan KB yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Laporan : Hani
Editor : UL










