Maraknya Distributor Ilegal, Hiswana Migas DPC IV Sultra Dukung Peningkatan Pengawasan Distribusi BBM Industri

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Himpunan Wiraswasta (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas) DPC IV Sulawesi Tenggara (Sultra) mendukung upaya peningkatan pengawasan dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri di Sultra.

Sekretaris Hiswana Migas DPC IV Sultra, Fahd Atsur mengatakan Hiswana Migas DPC IV Sultra telah meminta kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra untuk meningkatkan pengawasan pada para agen dan distributor BBM melalui berbagai langkah seperti pembuatan regulasi ataupun pembentukan tim pengawas dan langkah lainnya.

Bacaan Lainnya

“Hal tersebut perlu dilakukan sebab maraknya agen atau distributor tidak resmi yang melakukan pendistribusian BBM,”ujarnya

Ia menyampaikan industri secara ilegal kepada perusahaan tambang di Sultra yang tentu saja akan merugikan para agen dan distributor resmi serta pemerintah.

“Ada banyak kerugian yang diterima karena agen ilegal ini, selain sumber bbm mereka tidak jelas, mereka tidak membayar pajak sehingga pemerintah daerah tidak menerima PAD” ujar Fahd Atsur saat ditemui disalah satu Hotel di Kendari, Sabtu, (07/03/2020).

Fahd Atsur mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan ESDM Sultra dan akan menggabungkan data dari berbagai pihak terkait untuk memperjelas tambang resmi juga agen dan distributor BBM yang resmi di Sultra sehingga alur pendistribusian bbm industri bisa lebih jelas dan tidak terganggu oleh agen tidak resmi.

“Saat ini ada 15 agen resmi dari Pertamina termasuk agen tranportasi yang siap mensuplai BBM ke tambang dan untuk kebutuhan sendiri, dari Pertamina itu siap mensuplai berapapun kebutuhan BBM” ujarnya

Ditempat yang sama, salah satu agen resmi penyalur BBM Solar Industri Pertamina dari PT. Tenri Bumi Energi, Adi Faisal menyampaikan agar adanya regulasi dari pemerintah untuk pengawasan dan terus mengawal pengawasan dari pendistribusian BBM Industri tersebut.

“Kami minta dari pemerintah, regulasi yang ada lebih diawasi lagi khususnya dilapangan, dikawal saja, karena keberadaan agen-agen tidak resmi ini sangat berdampak dari berbagai aspek” pungkasnya

Ilfa

Pos terkait