Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari mulai menyiapkan arah pengembangan RSUD Kota Kendari untuk 20 hingga 30 tahun ke depan melalui penyusunan master plan. Dokumen strategis ini ditargetkan menjadi pedoman pembangunan rumah sakit secara bertahap dan berkelanjutan, termasuk menghadapi pergantian kepemimpinan daerah di masa mendatang.
Penyusunan master plan tersebut dipresentasikan dalam rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., di Aula RSUD Kota Kendari, Kamis (6/8/2026).
Rapat dihadiri jajaran Pemerintah Kota Kendari, manajemen RSUD Kota Kendari, tim perencana, konsultan penyusun master plan, serta unsur Forkopimda.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan, master plan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik atau penambahan gedung. Dokumen tersebut harus menjadi konsep besar pengembangan kawasan rumah sakit yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
“Master plan ini harus menjadi pegangan kita untuk 20 sampai 30 tahun ke depan. Jadi siapa pun kepala daerahnya nanti, pembangunan RSUD tetap memiliki arah yang sama dan terus berlanjut sesuai perencanaan yang telah disusun,” kata Siska.
Menurutnya, posisi RSUD Kota Kendari yang berada di pusat kota memiliki nilai strategis. Karena itu, pengembangan kawasan rumah sakit harus dirancang secara matang dengan mempertimbangkan fungsi pelayanan, aksesibilitas, kenyamanan pasien, serta peluang pengembangan layanan kesehatan di masa depan.
Dalam rapat tersebut, Siska juga meminta konsultan memperjelas fungsi setiap zona dalam rancangan master plan. Ia menginginkan dokumen tersebut dapat memberikan gambaran konkret mengenai lokasi pembangunan gedung, kawasan pelayanan, ruang terbuka hijau, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Saya ingin ketika melihat master plan ini, kita langsung mengetahui di lokasi tertentu akan dibangun gedung apa, kawasan pelayanan apa, ruang terbuka hijau di mana, hingga fasilitas pendukung lainnya. Dengan begitu, semua memiliki pemahaman yang sama terhadap arah pengembangan rumah sakit,” ujarnya.
Siska juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi internal sebelum rancangan dipresentasikan kepada pimpinan daerah. Tim teknis, kata dia, harus terlebih dahulu menyepakati kebutuhan pelayanan rumah sakit agar pembahasan bersama pimpinan dapat difokuskan pada penyempurnaan konsep.
Selain itu, Pemkot Kendari akan membentuk Tim Terpadu melalui Surat Keputusan (SK) yang melibatkan perangkat daerah terkait. Tim tersebut diharapkan mempercepat koordinasi mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
Pemkot Kendari juga mengusulkan pendampingan dari Kejaksaan dan Kepolisian untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
“Kalau tim terpadu sudah terbentuk, koordinasi akan lebih mudah. Pendampingan dari aparat penegak hukum juga penting agar seluruh proses pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi,” jelas Siska.
Pembangunan tahap awal berdasarkan master plan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, perwakilan Wahana Cipta Konsultan, Akbar Arifin, menjelaskan konsep pengembangan RSUD Kota Kendari mengusung pendekatan rumah sakit modern dengan prinsip healing architecture atau arsitektur penyembuhan.
Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung. Aspek yang diperhatikan antara lain pencahayaan alami, sirkulasi udara, ruang terbuka hijau, serta lanskap yang mendukung proses pemulihan.
Desain kawasan juga akan mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal sehingga identitas daerah tetap tercermin dalam pengembangan RSUD Kota Kendari.
Master plan turut memuat analisis klimatologi, tingkat kebisingan, pola sirkulasi, serta pembagian zona pelayanan. Salah satu konsep yang diusulkan adalah penerapan tiga akses utama atau gate yang memisahkan jalur ambulans, pengunjung, dan kendaraan operasional.
Pemisahan akses tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mengurangi potensi konflik arus kendaraan di dalam kawasan rumah sakit.
Selain zona pelayanan, kawasan RSUD Kota Kendari dirancang memiliki ruang terbuka hijau, kolam retensi yang berfungsi sebagai area resapan sekaligus landmark, fasilitas penunjang, serta kawasan servis yang dipisahkan dari area pelayanan pasien.
Melalui master plan tersebut, Pemkot Kendari menargetkan RSUD Kota Kendari berkembang menjadi rumah sakit modern dan terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan serta menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di Sulawesi Tenggara.






