Kendari, Sultrademo.co — Komitmen terhadap penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Kendari. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menunaikan kewajiban zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari, Jumat (13/3/2026), di Kantor Balai Kota Kendari.
Momentum ini tidak sekadar menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga mencerminkan upaya membangun kesadaran kolektif di lingkungan birokrasi untuk memperkuat solidaritas sosial. Penyerahan zakat tersebut turut diikuti oleh jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kota Kendari, mulai dari Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Partisipasi bersama ini menggambarkan bahwa zakat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban individu, melainkan juga sebagai gerakan bersama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
Perwakilan Bidang Pengumpulan Baznas Kota Kendari, Mursid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah terencana dan terkoordinasi dengan baik melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Kendari. Hal ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat di kalangan ASN.
“Alhamdulillah, hari ini Ibu Wali Kota, Wakil Wali Kota, Pak Sekda, serta beberapa kepala OPD telah menunaikan zakatnya melalui Baznas Kota Kendari. Jenisnya beragam, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, hingga infak keluarga,” ujarnya.
Menurut Mursid, zakat yang terkumpul akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Distribusi zakat akan menyasar delapan golongan (asnaf), dengan prioritas utama pada fakir dan miskin.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang hari raya, di mana kebutuhan hidup cenderung meningkat.
Lebih jauh, Baznas Kota Kendari telah menyiapkan skema penyaluran zakat melalui lima program utama. Program tersebut meliputi bantuan kemanusiaan, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan usaha ekonomi produktif, serta kegiatan dakwah dan advokasi.
Melalui program-program tersebut, zakat tidak hanya disalurkan secara konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Insyaallah zakat yang dihimpun akan kami distribusikan sesuai dengan syariat Islam. Fokus utama tetap kepada fakir dan miskin, namun juga kami dorong melalui program pemberdayaan agar manfaatnya lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam konteks penguatan peran Baznas, partisipasi ASN menjadi salah satu kunci utama optimalisasi penghimpunan zakat di daerah. Oleh karena itu, Baznas Kota Kendari terus mendorong agar seluruh OPD dapat menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi tersebut.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan transparan, terarah, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, seluruh OPD dapat menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kota Kendari. Alternatif lainnya juga bisa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid masing-masing,” pungkas Mursid.
Di sisi lain, keterlibatan langsung Wali Kota Kendari dalam penyerahan zakat ini menjadi contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.
Zakat, dalam hal ini, tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai sarana redistribusi ekonomi yang mampu memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus dibangun, Pemerintah Kota Kendari berharap momentum Ramadan dan Idul Fitri dapat menjadi titik tolak dalam memperkuat solidaritas sosial, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan yang lebih merata di Kota Kendari. (Adv)









