Pelaku Penerobosan Mako Brimob Polda Sultra Punya Riwayat Gangguan Jiwa

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Peristiwa penerobosan Mako Brimob Polda Sultra oleh seorang pria bernama Salman ( 41 ) berasal dari desa Pudahoa Kecamatan Mowila, Konawe Selatan (Konsel) akhirnya terungkap.

Kabid Humas Polda Sultra AKPB Ferry Walintukan menyampaikan, kronologis kejadian bahwa pelaku penerobosan memiliki riwayat ganguan jiwa dan pernah berobat di rumah sakit jiwa Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

“Kejadian yang terjadi pada sabtu, 20 Juni 2020 sekitar Pukul 16.20 Wita bermula dari adanya penerobosan mako Brimob Polda Sultra dilakukan oleh seorang laki-laki bernama Salman yang awalnya naik motor dengan berjalan melawan arus dari arah Konda/Kabupaten Kinawe Selatan ( Konsel ) langsung masuk ke Mako Sat Brimobda Sultra bersamaan dengan masuknya kendaraan KBR Den Gegana,”ungkapnya.

Ferry mengatakan, atas kejadian itu Personel Brimob yang sedang berjaga kemudian dengan sigap mencoba menghentikan pelaku tersebut.

“Pria tersebut tidak terima dihentikan dan turun dari motornya dan melakukan pemaksaan sambil mengeluarkan kalimat takbir “Allahu Akbar” dan memancing personil jaga melakukan penembakan kepada dirinya,” ujar Ferry, Minggu (21/6/2020)

“Sekira jam 16.30 Wita, pria tersebut berhasil diamankan di Mako Sat Brimobda Sultra dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Satuan Brimobda Sultra Kombes Pol.Adarma Sinaga, SIK.MHum,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi dan penyelidikan, terungkap bahwa pelaku penerobosan Mako Brimob ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah di rawat di rumah sakit jiwa.

“Keterangan Dahlan saudara angkat Salman pelaku Penerobosan menyatakan bahwa pada sekitar tahun 2009 lalu Salman pernah dirantai selama sekitar satu tahun karena sering menyerang orang lain,” tambah Kabid Humas Polda dalam siaran persnya

Selain itu menurut AKBP Ferry Walintukan, dari keterangan Kepala Desa Pudahoa bahwa pada malam Sabtu tanggal 19 Juni 2020 Salman sempat menyerang rumah Kepala Desa Pudahoa, Kabupaten Konsel, Sultra karena tidak mendapat BLT (Bantuan Langsung Tunai).

” Salman memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah berobat di RS Jiwa Provinsi Sultra Nomor Pasien : 06.66.97, ” tutupnya

Laporan : Ilfa
Editor : AK

Pos terkait