Konawe, Sultademo.co – Pemerintah Kabupaten Konawe terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan resmi pelatihan petugas musabaqah yang dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Marjuni Ma’mir, mewakili Bupati Konawe, Yusran Akbar, Kamis (8/5/2026).
Kegiatan pelatihan digelar selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026. Pelatihan itu diikuti unsur Kementerian Agama, panitia pelaksana, instruktur, peserta pelatihan, kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, hingga unsur pendukung lainnya yang akan terlibat dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi di Konawe.
Pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam 12 venue sesuai cabang lomba yang akan dipertandingkan pada MTQ XXXI Sultra.
Venue 1 diperuntukkan bagi pelatihan cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Dewasa dan Qira’at Mujawwad. Venue 2 untuk cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Anak-anak dan Tartil Al-Qur’an.
Sementara Venue 3 digunakan untuk pelatihan cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Remaja dan Cacat Netra. Adapun Venue 4 diperuntukkan bagi cabang Qira’at Murattal Golongan Dewasa dan Remaja.
Untuk cabang hafalan, Venue 5 digunakan untuk pelatihan Hafalan Al-Qur’an Golongan 1 Juz Tilawah dan 10 Juz. Sedangkan Venue 6 menjadi tempat pelatihan Hafalan Al-Qur’an Golongan 5 Juz Tilawah dan 20 Juz.
Venue 7 diperuntukkan bagi pelatihan Hafalan 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab. Sementara Venue 8 digunakan untuk cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Selanjutnya, Venue 9 menjadi lokasi pelatihan cabang Fahm Al-Qur’an Golongan Putra dan Putri. Venue 10 digunakan untuk cabang Syarh Al-Qur’an Golongan Putra dan Putri.
Adapun Venue 11 menjadi tempat pelatihan cabang Khat Al-Qur’an seluruh golongan. Sedangkan Venue 12 diperuntukkan bagi cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Golongan Putra dan Putri.
Dalam sambutannya, Marjuni mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam dan menanamkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ sangat bergantung pada kesiapan seluruh unsur pelaksana, termasuk petugas musabaqah yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta pemahaman teknis seluruh peserta sesuai bidang tugas masing-masing. Seluruh petugas diharapkan mampu bekerja secara profesional, disiplin, dan responsif selama pelaksanaan MTQ berlangsung,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Konawe juga menaruh perhatian terhadap kualitas pelayanan bagi seluruh kafilah dari 16 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara yang akan mengikuti MTQ tersebut.
Karena itu, peserta pelatihan diminta menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas selama kegiatan berlangsung.
Selain kesiapan teknis, para pelatih diharapkan memberikan pembekalan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan di setiap venue dapat berjalan tertib, aman, dan lancar.
Dengan dukungan seluruh pihak, Pemkab Konawe optimistis mampu menjadi tuan rumah yang memberikan kesan positif bagi peserta maupun tamu daerah pada pelaksanaan MTQ XXXI Sulawesi Tenggara Tahun 2026.
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai religius serta mempererat silaturahmi antar daerah di Sulawesi Tenggara.












