Pemda Konawe Tata Wajah Pusat Kota, Siapkan RDTR Perkotaan Unaaha

Konawe, Sultrademo.co — Pemerintah Kabupaten Konawe mulai menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk kawasan perkotaan Unaaha dan sekitarnya.

Langkah awal ini ditandai dengan rapat koordinasi penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), yang digelar di Agra Wisata, Desa Laloika, Kecamatan Pondidaha, Senin (5/5/2025).

Bacaan Lainnya
 

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, Yusran Akbar, dan dihadiri para pejabat teras pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, serta perwakilan instansi vertikal dan OPD teknis.

Turut hadir pula camat dari lima kecamatan yang masuk dalam kawasan perencanaan: Unaaha, Wawotobi, Konawe, Tongauna, dan Anggaberi.

Menurut Yusran, penyusunan RDTR ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam membangun desa dan menata kota secara berkelanjutan. “Kita ingin Kota Unaaha berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru, tapi tidak mengabaikan daya dukung lingkungan,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Ia menekankan bahwa pembangunan kota harus melampaui pendekatan sektoral. Tidak cukup hanya membangun jalan, drainase, atau jembatan, melainkan perlu perencanaan yang terintegrasi dan berbasis kajian lingkungan. KLHS, kata dia, menjadi fondasi awal dari proses itu.

Proyeksi Pusat Pertumbuhan

Kawasan perkotaan yang tengah dirancang ini diproyeksikan sebagai episentrum pertumbuhan Konawe dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Salah satu rencana strategis yang mencuat dalam rapat adalah pembangunan Alun-alun Kota Unaaha di atas lahan milik Balai Wilayah Sungai (BWS).

Alun-alun tersebut diharapkan menjadi ikon kota sekaligus ruang publik baru yang terbuka, hijau, dan terhubung dengan fasilitas umum lainnya.

“Desainnya terinspirasi dari tata kota di Timur Tengah. Kami ingin alun-alun ini menjadi magnet bagi warga dan pengunjung,” ujar Yusran.

Pemerintah juga merancang revitalisasi Pasar Wawotobi. Pasar yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga akan disulap menjadi plaza kota kecil yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

“Kita ingin pasar rakyat yang representatif, yang mencerminkan semangat ekonomi lokal namun tetap menjaga kualitas lingkungan,” kata Yusran.

Menjaring Isu Strategis

Selain pemaparan rencana fisik, rapat koordinasi juga menjadi ajang penjaringan isu-isu strategis untuk dijadikan dasar penyusunan kebijakan ruang.

Tim penyusun KLHS telah merumuskan daftar isu dalam dua kategori: long list dan short list. Isu-isu tersebut mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan perlindungan lingkungan hidup.

KLHS RDTR ini nantinya akan menjadi instrumen evaluatif terhadap dampak kebijakan tata ruang terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah menargetkan penyusunan KLHS dan RDTR tuntas dalam tahun ini, agar dapat segera memperoleh pengesahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

“Kalau tata ruangnya jelas, investor pun akan lebih yakin untuk menanamkan modal. Tapi yang terpenting, kita bisa mengendalikan dan mengarahkan pembangunan sesuai dengan daya dukung wilayah,” kata Yusran.

Dengan proses ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap mampu menyelaraskan pembangunan antara kawasan desa dan kota. Di tengah dinamika pertumbuhan, keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi arah pijakan.

Laporan: Jumardin

Editor: Muhammad Sulhijah

 

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait