Pemkot Bersama Kapolresta Kendari Kolaborasi Tingkatkan Swasembada Pangan

Ketgam : Penanaman jagung di Kota Kendari seluas 230 hektare yang merupakan bagian dari swasembada pangan

Kendari, Sultrademo.co – Program penanaman jagung di Kota Kendari seluas 230 hektare yang merupakan bagian dari swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan dimulai di lahan seluas 6 hektare dari total 40 hektare pada tahap awal, kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, petani, dan masyarakat lokal.

Bacaan Lainnya


Pemanfaatan lahan tidur melalui program Gerak Tangkas menunjukkan keseriusan Pemkot Kendari dalam mengoptimalkan lahan kosong dan pekarangan menjadi produktif.

Hal ini sejalan dengan upaya memperluas area tanam jagung yang tersebar di 11 kecamatan, memberikan peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar lokal yang tinggi, seperti terlihat dari antusiasme masyarakat terhadap panen jagung sebelumnya.

Kolaborasi antara Polresta Kendari, Pemkot Kendari, dan dinas terkait, termasuk penyediaan bibit bagi petani yang membutuhkan, menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Eko Widiantoro, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mencapai target swasembada pangan.

“Untuk lahan-lahan yang telah dipilih dan dipersiapkan dengan matang dan ada kerjasama yang erat antara polisi, pemerintah daerah dan instansi terkait, pihak swasta dan petani setempat. Kami juga sudah koordinasi dengan dinas pertanian untuk petani yang kesulitan bibit ini yang harus kita dorong,” terangnya, Selasa (21/1/2025).

Dengan terus berjalannya program ini secara simultan, Kota Kendari berpotensi menjadi salah satu sentra produksi jagung di Sulawesi Tenggara, mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari, yang diwakili Asisten I Pemkot Kendari Amir Hasan menjelaskan, lahan seluas 230 hektare itu tersebar di 11 kecamatan dan akan diolah secara bertahap oleh petani di wilayah masing-masing.

“Untuk pasarnya saya kira beberapa tempat seperti lapas kemarin saat panen jagung masyarakat datang berbondong-bondong beli jagung disana karena kebutuhan masyarakat cukup besar,” jelas Amir Hasan.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait