Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan insan pers dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat dan berintegritas.
Hal ini disampaikan Asisten III Setda Kota Kendari, Imran Ismail, saat membuka Seminar Nasional Jurnalistik bertema “Membangun Jurnalisme Bermutu di Tengah Efisiensi Keuangan Negara yang Mencekik”, yang digelar oleh media online Telisik.id di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (12/11/2025).
Dalam sambutannya, Imran Ismail mengatakan bahwa media memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang berfungsi menjaga keseimbangan informasi publik. Ia menekankan pentingnya independensi dan integritas jurnalis di tengah maraknya disinformasi dan hoaks.
“Jurnalis bukan sekadar penyampai informasi, tetapi penjaga nalar publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis harus tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan masyarakat,” ujar Imran.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari terus berupaya membangun komunikasi yang terbuka dengan insan pers. Menurutnya, sinergi antara media dan pemerintah merupakan kunci untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Pemerintah butuh media sebagai mitra kontrol dan edukasi publik, sementara media memerlukan pemerintah yang terbuka. Hubungan saling mendukung ini harus dijaga,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Telisik.id, Nasir Idris, menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar ini merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas jurnalisme di tengah tantangan ekonomi dan digitalisasi media.
“Situasi saat ini tidak mudah. Dalam sebulan kami harus menyiapkan seminar ini sambil tetap melayani publik dengan sekitar 50 berita per hari. Bertahan enam tahun dalam kondisi efisiensi keuangan yang menekan bukan hal mudah,” ungkap Nasir.
Ia juga menyoroti tiga tantangan besar dunia media saat ini, yakni munculnya “kebenaran baru” akibat framing buzzer, dominasi media sosial yang mengaburkan batas antara jurnalisme profesional dan konten personal, serta keterbatasan anggaran yang membuat banyak media lokal terancam berhenti beroperasi.
“Media harus tetap punya arah dan idealisme, bukan sekadar eksis di tengah tekanan ekonomi,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Anggota Dewan Pers Abdul Manan, Rektor IAIN Kendari Husein Insawan, dan Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol. Iis Kristian.
Seminar ini menjadi momentum penting bagi insan pers Sulawesi Tenggara untuk memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga peran media sebagai pengawal demokrasi dan kebenaran publik.









