Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kota Kendari.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Kendari periode 2025–2028, Minggu (15/3/2026).
Menurut Siska, organisasi profesi seperti IDI memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, baik melalui peningkatan kompetensi tenaga medis maupun penguatan kualitas layanan di berbagai fasilitas kesehatan.
Ia berharap kepengurusan baru IDI dapat terus menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Harapannya kepengurusan IDI periode 2025–2028 dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah kota, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Siska menambahkan, peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada rumah sakit milik pemerintah, tetapi juga melibatkan rumah sakit swasta, klinik, serta puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kendari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung sejumlah program kesehatan yang menjadi prioritas pemerintah, termasuk program strategis nasional di sektor kesehatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penanganan stunting. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan mulai menunjukkan hasil positif.
“Angka stunting di Kota Kendari berhasil kita turunkan dari sekitar 500 kasus menjadi 462 kasus,” kata Siska.
Selain itu, program pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan bagian dari program nasional juga menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan di Kota Kendari.
Jika target nasional program tersebut berada di angka 36 persen, Kota Kendari justru mampu melampaui target dengan capaian sekitar 73 persen.
“Ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IDI Kota Kendari, Andi Edi Surahmat, menjelaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik merupakan hasil Musyawarah Cabang IDI yang digelar pada Oktober 2025, di mana dirinya terpilih secara aklamasi sebagai ketua.
Ia mengatakan bahwa program awal kepengurusan akan difokuskan pada melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat dukungan terhadap program kesehatan pemerintah daerah.
“Pada prinsipnya kami akan mempertahankan program yang sudah berjalan dan berupaya mendukung setiap program kesehatan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Kendari,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut juga mengungkapkan bahwa wali kota memberikan pesan khusus kepada organisasi profesi itu agar ikut menjaga kualitas pelayanan kesehatan di lapangan.
Salah satunya dengan mengingatkan tenaga medis apabila dalam praktik pelayanan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan atau standar profesi.
“Pesan beliau jelas, jika ada teman sejawat yang dalam pelayanannya tidak sesuai aturan atau regulasi, kami diminta untuk mengingatkan. Semua itu demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan organisasi profesi, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Kendari dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.






