Kendari, Sultrademo.co – Dinas Kesehatan Kota Kendari menggelar rapat koordinasi terkait deteksi dini, pencegahan, dan respon penyakit di Kota Kendari untuk tahun 2024.
Kegiatan ini berlangsung di sebuah hotel di Kendari pada 19-20 November 2024. Acara ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Acara ini diikuti oleh Kepala Puskesmas se-Kota Kendari, Kemenag Kota Kendari, Ketua Tim Penggerak Kota Kendari, administrator kesehatan, pengawas, serta jajarannya.
Staf Ahli dan Kepala Dinas Kesehatan Sudirham, Staf Ahli Wali Kota Kendari Bidang Kerja, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani tantangan kesehatan.
Ia mengajak semua pihak untuk saling berbagi peran dan informasi demi mencapai langkah strategis yang efektif.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat kapabilitas sehingga kita bisa lebih responsif dan efisien dalam menanggapi tantangan penyakit yang ada,” tuturnya.
Senada dengan itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Hj. Fauziah, menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengatasi penyakit bergantung pada koordinasi yang baik.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.
Dalam acara ini, sejumlah penghargaan diberikan kepada puskesmas yang berprestasi di berbagai program kesehatan diantaranya :
1. Program Penyehatan Lingkungan Terbaik: Puskesmas Perumnas.
2. Program Imunisasi Terbaik: Puskesmas Wua-wua.
3. Program Surveilans, P2, dan PTM Terbaik: Puskesmas Lepo-lepo sekaligus dinobatkan sebagai puskesmas terbaik.
Penghargaan juga diberikan kepada puskesmas yang memenuhi target pin polio tahap 1 dan 2, seperti Puskesmas Perumnas, Benu-benua, Labibia, Nambo, Kemaraya, Kandai, dan Puuwatu.
Rakor yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu menghasilkan solusi bersama dalam penanganan masalah kesehatan di Kota Kendari.
 






