Pemprov Sultra Serahkan 300 Ribu Masker dan 1000 Unit Wastafel Portabel 

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) menyerahan 300.000 masker dan 1000 Unit Wastafel Portable Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMA/SMK/SLB se-Sulawesi Tenggara. di Aula merah putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Senin (8/6/2020)

Gubernur Sultra, Ali Mazi menyampaikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus memastikan bahwa penyaluran 300 masker dan 1000 unit wastafel ini sudah harus digunakan di sekolah sebelum tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai.

Bacaan Lainnya

“Pandemi wabah corona yang tengah melanda dunia, termasuk indonesia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sosial ekonomi masyarakat dan dunia pendidikan,” ujarnya .

Belajar dari rumah ini telah menjadi bagian dari “new normal” bagi siswa dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona.

“Namun adanya kendala kesenjangan sarana prasarana dan teknologi, membuat para Siswa tidak mendapatkan perlakuan yang sama dalam layanan pendidikan,”tambahnya.

Hal tersebut adalah tantangan bagi Dikbud Sultra untuk menyiapkan pendidikan, dimana dengan persiapan yang matang dalam melakukan inovasi dan adaptasi yang cepat agar hak belajar anak dapat terpenuhi di tengah pandemi covid-19.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan agar berada pada garda terdepan sebagai penyuluh pencegahan dan pemberantasan covid-19,” katanya.

Senada dengan Gubernur, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio menjelaskan, penyerahan masker secara simbolik untuk siswa dan guru serta akan dilengkapi dengan sarana cuci tangan.

“Juga untuk memastikan bahwa, setiap siswa sebelum masuk area pendidikan mereka dalam keadaan sehat dan bersih,”jelasnya.

Seperti yang disampaikan Gubernur, lanjut Asrun Lio, sudah memasuki tatanan kehidupan baru (New Normal). Meskipun saat ini, semua Sekolah masih dalam keadaan libur sampai dengan pertengahan bulan juli.

“Nantinya setelah ada kepastian bahwa Proses Belajar Mengajar (PBM) bisa dilakukan di Sekolah, sarana inipun sudah siap,”ujarnya.

“Karena saat ini merupakan masa transisi maka kami menyiapkan sarana dan persiapkan sarana dan prasarana penunjang PBM pada masa New Normal,” pungkasnya.

 

  • Whatsapp

Pos terkait