Pendapatan Naik, Pengangguran Ikut Melonjak: LKPJ 2025 Kendari Soroti Capaian dan Tantangan

Ketgam : Wali Kota menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada ketua DPRD

Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari resmi menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD dalam rapat paripurna, dengan capaian kinerja yang menunjukkan peningkatan signifikan pada pendapatan daerah dan indikator kesejahteraan, namun masih menyisakan pekerjaan rumah pada sektor pengangguran dan layanan dasar perkotaan.

Dalam pidatonya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,57 triliun atau 92,05 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sebesar Rp409 miliar atau 81,5 persen, dengan tren kenaikan hampir 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,49 triliun atau sekitar 89,43 persen, yang didominasi oleh belanja operasional. Dari sisi pembiayaan, realisasi penerimaan mencapai 100 persen.

Di bidang makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari pada 2025 tercatat sebesar 5,16 persen, meningkat dari 4,81 persen pada 2024. Inflasi berada pada level 2,96 persen dan dinilai masih dalam kategori aman. Tingkat kemiskinan juga menurun menjadi sekitar 4,18 persen, sementara indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat menjadi 86,36 dan menempatkan Kendari pada peringkat keenam secara nasional.

Namun demikian, tingkat pengangguran terbuka justru mengalami kenaikan dari 5,67 persen pada 2024 menjadi 5,94 persen di 2025. Wali Kota menyebut urbanisasi dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja sebagai faktor utama.

“Ini menjadi tantangan besar yang harus kita tuntaskan melalui peningkatan kualitas tenaga kerja, perluasan investasi, dan dukungan terhadap UMKM,” ujarnya, Senin, (30/03/2026).

Pada sektor infrastruktur, pemerintah mencatat pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 20,98 kilometer di 23 ruas serta pembangunan jalan lingkungan sepanjang 32,58 kilometer. Selain itu, kawasan kumuh berhasil ditekan menjadi 534,11 hektare atau 13,16 persen.

Meski sejumlah capaian diraih, pemerintah mengakui masih ada persoalan mendasar seperti pengelolaan sampah, penanganan banjir, dan penataan kota yang belum optimal akibat keterbatasan anggaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Kota Kendari akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional organisasi UCLG ASPAC pada 7–9 Mei mendatang, yang akan dihadiri sekitar 250 delegasi dari berbagai negara.

“Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa Kendari telah diakui di tingkat internasional,” katanya.

LKPJ 2025 selanjutnya akan dibahas DPRD sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan pada tahun anggaran berikutnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait