BNNP Sultra Amankan Pengendali Narkotika Jaringan Lapas Kelas IIA Kendari

  • Whatsapp
Kepala BNNP Sultra saat menggelar konferensi Pers

Kendari, Sultrademo.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan pengendali narkotika jaringan lapas Kelas IIA Kendari.

Tiga orang tersangka yakni lelaki inisial Z alias I (19) warga Kolaka, lelaki inisial AD alias A (19) warga Kendari dan lelaki inisial RB alias R (35) merupakan Napi Lapas Kelas IIA Kendari, warga Konawe Selatan.

Bacaan Lainnya

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Sabaruddin Ginting mengatakan tersangka inisial Z alias I diamankan didalam pasar Lapulu, Abeli (10/6) pukul 21.00 WITA, sedangkan tersangka AD diamankan di lorong durian, Wua-wua (11/6) pukul 08.20 WITA.

“Informasi awal berasal dari laporan masyarakat tentang adanya transaksi narkotika di sekitar pasar Lapulu. Selanjutnya, petugas BNNP Sultra melakukan penyelidikan yang mendalam dan berhasil mengamankan seorang tersangka (10/6) berinisial Z alias I Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka,” ungkap Sabaruddin Ginting (14/06) di Kantor BNNP Sultra.

Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan 1 (satu) bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dengan berat brutto seluruhnya 47,19 Gram Netto.

Selain itu, Petugas BNNP Sultra juga berhasil mengamankan tersangka AD alias A yang kedapatan telah menerima, membawa, memiliki dan menguasai, serta mengonsumsi Narkotika golongan 1 Jenis Sabu. Dari hasil penggeledahan tersangka AD alias A, petugas menemukan 12 (Dua Belas) bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 8,58 Gram Netto.

“Dari hasil penyidikan diperoleh informasi bahwa tersangka AD alias A mengambil Narkotika jenis sabu atas perintah dari seorang Napi Lapas Kelas IIA berinisial R. Setelah itu petugas melakukan pengembangan di Lapas Kelas IIA Kendari dan berkordinasi dengan pihak Lapas. Saat itu petugas Lapas berhasil menyita 1 (satu) unit HP Merk Nokia warna hitam dari tangan tersangka berinisial R,” tandasnya.

Untuk diketahui atas kejahatan yang dilakukan, tersangka Z alias I, terancam Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangakan tersangka AD alias A terancam Pasal 132 ayat (1) junto Pasal Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun serta paling lama 20 (dua puluh) Tahun.

Writer : Luthfi Oktaviya
Editor : AK

Pos terkait