Perdana di Muna, SMAN 1 Raha Terapkan P5 pada Siswa

Ketgam: penampilan tari tradisional siswi SMA Negeri 1 Raha di acara pembukaan pameran P5. (Pitra/Sultrademo)

Raha, Sultrademo.co –Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Raha menjadi yang pertama dan satu-satunya lembaga pendidikan di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menerapkan profil pelajar pancasila kepada para siswa. Hal tersebut ditandai dengan terselenggaranya project penguatan profil pelajar pancasila (P5) di pelatataran SMA Negeri 1 Raha pagi tadi, Sabtu, 10 Juni 2023.

Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Raha, Ahmad Jaya Adi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah awal pihak sekolah untuk menanamkan nilai-nilai pancasila kepada para siswa, dimana setiap siswa dituntut untuk memiliki sikap taqwa kepada Tuhan, berkebinekaan, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri. Keenam nilai tersebut kemudian ditanamkan kepada para siswa agar menghasilkan karakter yang unggul dalam segala aspek.

Bacaan Lainnya
 

“Sesungguhnya kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi dari kurikulum merdeka, dimana salah satu komponennya adalah kegiatan (P5). Jadi dalam kegiatan ini akan menggambarkan hasil dari seluruh kreatifitas siswa selama 1 tahun kurikulum pelajaran,” ujarnya saat ditemui media ini pagi tadi.

Pada kesempatan ini, kata Jaya, pihaknya mengangkat tiga tema untuk ditampilkan yakni berkependidikan global, kearifal lokal, dan kewirausahaan. Ketiga tema tersebut lalu dipamerkan hasilnya dan mengundang orang tua siswa, komite dan beberapa sekolah yang terdekat dari SMA 1 Raha.

“Jadi sebelumnya, setiap siswa diberi pemahaman mengenai tema yang diangkat, misal pada pendidikan global para siswa diajar tentang membentuk karakter yang baik dan saling menghargai agar impactnya tidak ada lagi tawuran antar kelas maupun antar sekolah, dan karakter yang dimiliki siswa betul- betul karakter yang positif. Alhamdulillah di kegiatan ini kami mengamati para siswa mulai mengamalkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya lagi.

Sedangkan tema kearifan lokal, kata dia, para siswa dilatih untuk mempelajari setiap kuliner, budaya, dan adat istiadat masyarakat Muna. Adapun tema kewirausahaan, para siswa dilatih untuk kreatif dalam memamerkan setiap produk yang dihasilkan secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Muna, Zainal Hafiz, mengatakan, SMA 1 Raha menjadi yang pertama dan satu-satunya di Muna yang menerapkan (P5). Dia berharap kegiatan tersebut dapat dijadikan studi tiru oleh setiap SMA dan SMK yang ada di wilayahnya.

“Kami sangat apresiasi pihak sekolah yang berhasil merealisasikan kegiatan ini, tadi saya melihat para siswa betul-betul menggambarkan karakter pelajar pancasila, dimana bahasa yang digunakan ada tiga jenis, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan dan Bahasa Daerah Muna. Saya juga melihat sikap gotong royong dan kreatifitas mereka sangat nampak dari hasil kerja yang ditampilkan hari ini. Nalar kritis juga pelan-pelan saya lihat sudah mulai dimiliki para siswa. Ini harus terus dilatih agar tercapai tujuan bersama,” kata Zainal.

Kepala KCD berharap agar kegiatan (P5) dijadikan sebagai agenda tahunan setiap sekolah, tidak hanya SMA Negeri 1 Raha melainkan seluruh SMA dan SMK se Kabupaten Muna. Sebab kata dia, kegiatan tersebut dapat memacu kreatifitas anak, sehinggal para siswa lebih aktif dan berjiwa sosialis. Budaya daerah juga dapat terus dipertahankan.

Sebagai informasi, pada kegiatan tersebut, para siswa memamerkan produk dan kuliner hasil olahan masing-masing. Berbagai olahan kuliner tradisional daerah juga dipamerkan para siswa. Pada acara pembukaanya ditandai dengan penampilan silat daerah Muna dan tarian tradisional.

 

Laporan: Pitra

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait