Persiapan Angkutan Lebaran di Kendari Dimatangkan, Jadwal Kapal dan Tarif Masih Normal

Ketgam : Kepala Cabang PT Pelni Kendari, Andy Ramdhan Ikmal

Kendari, Sultrademo.co – Menjelang arus mudik Lebaran, persiapan angkutan laut di wilayah Kendari mulai dimatangkan. PT Pelni Cabang Kendari memastikan seluruh kapal yang beroperasi telah melalui pemeriksaan keselamatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kepala Cabang PT Pelni Kendari, Andi Ramdhan Ikmal, mengatakan persiapan meliputi pemeriksaan alat keselamatan, kebersihan kapal, serta pengecekan teknis atau ramp check yang dilakukan jauh hari sebelum masa angkutan Lebaran dimulai.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini, jarak antara pelayanan reguler dan periode mudik Lebaran terbilang singkat, yakni sekitar setengah bulan, ” katanya, Kamis, (22/01/2026).

Selain kesiapan kapal, PT Pelni juga akan mendirikan posko angkutan Lebaran pada awal bulan. Posko tersebut akan melibatkan sejumlah instansi terkait dan berlokasi di area pelabuhan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai SOP selama masa mudik.

Terkait jadwal pelayaran, kata Andy sejumlah kapal penumpang rutin melintasi Pelabuhan Kendari, baik sebagai pelabuhan transit maupun pelabuhan naik-turun penumpang.

Kapal jenis jetliner tercatat beroperasi hingga lima kali dalam seminggu dengan rute Kendari-Wanci dan Kendari-Raha, sementara kapal KM. Tilongkabila melayani rute utara dan selatan dengan frekuensi rata-rata empat kali per bulan. Arah Utara meliputi Kendari-Luwuk-Gorontalo-Bitung. Untuk arah selatan meliputi Kendari-Raha-Bau bau-Makassar-Labuan Bajo-Bima-Lembar-Denpasar.

“Sedang untuk Kapal Sabuk Nusantara 78 milik Kementrian Perhubungan melakukan perjalanan selama 2 kali dalam sebulan dengan rute Kendari-Bobong-Tikong-Banggai-Luwuk-Ampana-Gorontalo,” tambahnya.

Beberapa kapal hanya melintas atau transit, sementara lainnya menjadikan Kendari sebagai pelabuhan embarkasi.
Untuk angkutan barang, layanan tetap berjalan normal meski volumenya relatif kecil.

Rata-rata pemuatan barang dari Kendari berkisar satu hingga dua meter kubik per pengiriman, dengan frekuensi dua hingga tiga kali dalam sebulan. Komoditas yang rutin dikirim antara lain ikan kering, sementara jenis barang lainnya bersifat tidak tetap. Satu meter kubik barang diperkirakan setara dengan sekitar satu ton, tergantung jenis muatan, “jelas Andy.

Pengiriman barang umumnya menggunakan kendaraan kecil seperti mobil pikap dan diangkut melalui kapal penumpang.
Sementara itu, tarif penumpang dipastikan belum mengalami kenaikan.

Pihak pelayaran menegaskan tarif tetap mengikuti ketentuan pemerintah sehingga tidak diperbolehkan adanya perang tarif, berbeda dengan operator swasta yang memiliki fleksibilitas harga.

Menjelang Lebaran, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah kebijakan tambahan, termasuk kemungkinan penyesuaian rute dan penambahan kapal pada lintasan tertentu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Namun hingga saat ini, operasional angkutan laut di Kendari masih berjalan normal.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait