Update Covid Header Berita

Pertarungan Seru Jilid 3, Kawan Jadi Lawan

Laporan : Ilfa

Kendari, Sultrademo.co – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buton Utara ( Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang di selenggarakan secara serentak di berbagai daerah. Berbagai pengamat politik berpandangan ke bakal calon (balon) menjadi calon bupati dan wakil bupati memasuki pertarungan pada pesta demokrasi desember mendatang.

Kementerian Dalam Negeri, KPU dan Komisi II DPR-RI telah memutuskan bahwa pesta demokrasi itu akan digelar pada 9 Desember 2020.

Diketahui, Jadwal ini sempat molor beberapa bulan saja akibat Pandemi Covid-19 yang juga melanda Indonesia.

tengah post

Salah satu pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra), Najib Husein, memprediksi pemilihan serentak di Buton utara (Butur) 2020 akan lebih menarik dan seru dari 2014. Untuk sampai saat ini ada 2 pasangan yang sudah pasti maju yaitu Abu Hasan (AH) pasangan Suzuhu yg didukung PDIP dan Ridwan Zakaria (RZ) pasangan Ahali didukung PAN dan Demokrat.

tengah post 2

“Berarti masih ada Partai Golkar, Gerindra, PKB, PKS yang masih belum menentukan sikap dan satu pasangan yang sampai saat ini masih berupaya mendapatkan Golkar dan PKB yaitu Aswadi Adam (AA) berpasangan dengan Fahrul,” paparnya saat diwawancarai Sultrademo.co, Selasa (30/6/2020)

Menurutnya, pasangan terakhir ini sebenarnya adalah bagian dari AH dan RZ, Aswadi adalah bagian dari AH 4 tahun lalu dan fahrul adalah bagian dari RZ ‘Kawan Jadi lawan’ pada pertarungan pilkada mendatang.

“Inilah yang saya katakan menarik ada pertarungn jilid 3 dan jika kedua pasangan terakhir juga mendapatkan pintu maka ada pertarungan kawan jadi lawan,” ujarnya

“Aswadi sudah dapat PKS dan surat tugas Golkar dan berharap didukung oleh PKB dan PKPI yang juga ada satu kursi,” lanjut, Najib.

Najib mengatakan, jika Golkar dan PKB punya keinginan besar untuk mendorong calon pemimpin muda maka sudah pasti kedua partai ini akan mendukung AA.

“Terkadang, biasanya partai lebih memilih mendukung pasangan yang punya elektabilitas tinggi. Jika pilihan kedua yang akan diambil maka prediksi saya partai Golkar akan ke RZ dan partai PKB akan ke AH.

Namun semua bisa berubah bagaimana kekuatan komunikasi politik yang dijalankan oleh AA untuk menyakinkan golkar dan PKB. Pengamat politik asal Sultra ini, mengkaji lebih dalam lagi, bahwa sejarah pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia tokoh figur lebih penting daripada partai.

“Sebab masyarakat Indonesia lebih melihat sosok figur dan sudah dibuktikan diajang pilkada beberapa daerah,” Jelasnya.

Najib Husein menambahkan, fungsi partai bukan berarti tidak berpengaruh sama sekali. Melainkan juga faktor dominan untuk memenangkan seorang kandidat dalam pengaruh partai berkontribusi.

“Kenapa? saya sarankan itu karena posisi AA masih agak goyang di golkar dan PKB,”ujarnya

Najib mengatakan, untuk basis suara kecamatan Kulisusu, Kulisusu Barat, Kulisusu Utara, Seberang Kecamatan bonegunu, Kambowa dan Wakarumba . Kelemahan adalah buat AH kebijakan 4 tahun lebih diarahkan pada program yang populer di pentas nasional.

“Tapi di masyarakat tidak mis program padi organik yang sebenarnya dipentas Nah, sangat bagus tetapi di lokal butur kurang kena. RZ dinilai 6 tahun menjabat bau kekeluargaan dibirokrasi agak kuat,” ujarnya

Selain itu, kata Najib, AA dinilai masih muda dan belum bisa memperlihatkan bukti kerja nyata.

“Kalau AH karena dia petahana maka ada keuntungan yang dimiliki bahwa sebenarnya kalau selama 4 tahun menjabat dan dia berkarya maka beliau sudah punya modal awal sebelum bertarung yaitu 30 persen tinggal dicari 70%nya,”ujarnya

“Bagi RZ dia bukan petahanan tapi pernah menjabat 6 tahun sebelumnya ini dapat digunakan untuk modal karena akan dijadikan tolak ukur dengan hasil kerja petahanan saat ini. Jika AA sebagai pemain baru maka dianggap masih “bersih” sehingga ada harapan baru dari para pemilih utama pemilih milenial,” pungkasnya.

 

 

Berlangganan Berita Terbaru Sultrademo.co!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.