PPKM Level 3 Berakhir, Pemkot Kendari Tunggu Instruksi Dari Pusat Ada Tidaknya Perpanjangan

  • Whatsapp
Ketgam : Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir

Kendari, Sultrademo.co – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro level 3 yang tengah berlaku di Kota Kendari resmi berakhir pada, Senin (02/08).

PPKM Mikro yang diterapkan di Kota Kendari berawal sejak 6-20 juli 2021 berdasarkan Intrukusi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 7 tahun 2021. Kala itu bernama PPKM Mikro selaras darurat. Kemudian PPKM Mikro dilanjutkan kembali dari tanggal 21-25 Juli.

Bacaan Lainnya

Kemudian dilanjutkan lagi dari tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 26 Tahun 2021 tentang PPKM level III, II, dan I serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Hingga saat ini,Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Kendari H Sulkarnian mengatakan pemkot tidak bisa memutuskan sendiri mau meperpanjang atau menghentikan PPKM Mikro yang sudah berjalan sejak tanggal 6 Juli hingga sekarang. Karena hal itu merupakan keputusan dari pusat.

“Kelihatanya akan segera ada keputusan pemerintah pusat. Sekali lagi kita di daerah sebagai bentuk keseriusan menangani pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), maka sinegritas antara pemerintah pusat dan daerah tentu menjadi kuncinya. Termasuk juga dukungan dari seluruh masyarakat,” ujar Sulkarnian.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini mengungkapkan, jika melihat hasil PPKM selama ini dan mempelajari laju kenaikanya, itu sudah tidak setinggi yang sebelum-sebelumnya di awal pandemi dimulai.

Meski demikian ia mengakui angka pasien Covid-19 di Kendari masih mengkhawatirkan yakni diangka 1000 pasien.

“Kalau kita lihat diawal bulan Juni dan Juli itukan peningkatanya eksponensial. Tapi setelah kita berusaha keras dengan semua pihak, angkanya sudah mulai tidak setinggi penambahanya 2 atau 3 minggu yang lalu,” ujar Sulkarnian.

Writer: Hani
Editor: UL
  • Whatsapp

Pos terkait