Raperda Penataan Desa Kembali Diajukan Pemda Konawe

  • Whatsapp

Unaaha, Sultrademo.co- Setelah dua Rancangan Peraturan Daerah tentang Jumlah dan Nama-nama desa di Konawe dikritik Kementerian Dalam Negeri lantaran tidak sesuai dengan atensi Kementerian Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe bakal kembali mengajukan Raperda penataan desa.

Hal itu terdengar saat rapat bersama Kemendagri dan Pemerintah Provinsi yang dipimpin Gubernur. Sedangkan di Konawe, hadir dalam rapat itu Sekda Ferdinan, Ketua Komisi I DPRD Konawe Beny Setiady didampingi Kepala BPMD Konawe Keny Yugapermana. Disaksikan sejumlah desa se-kabupaten Konawe. Selasa 16/6.

Bacaan Lainnya

Kata Sekda Konawe , Ferdinan, Raperda dimaksud berkaitan dengan legalitas 56 desa yang sempat bermasalah. Sehingga dampak dari belum diundangkannya Raperda menjadi Perda menghambat realisasi pencairan dana desa dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desa-desa yang seharusnya sudah tersalur.

Masalahnya, lanjut dia, Kemendagri bersama pemerintah provinsi dan kabupaten Konawe pernah beberapa kali melakukan rapat untuk melahirkan solusi. Pemkab disarankan untuk menyusun satu Raperda tentang penataan desa yang didalamnya sudah mencantumkan, jumlah dan nama desa.

Alhasil, Pemda menyusun satu Raperda lalu dikonsultasikan ke Pemprov, dan kemudian Pemprov memberi saran supaya memisahkan Raperda menjadi 3 Raperda.

Atas dasar itu, lanjut Ferdinan, Pemkab berkesimpulan mengikuti saran provinsi. Pihaknya lalu menetapkan Raperda itu melalui DPRD Konawe untuk diusulkan di pusat.

“Sesampainya dokumen itu justru ditolak oleh pusat karena dianggap melalaikan hasil rapat tempo hari, karena dari Kemendes itu hanya meminta satu Raperda tentang penataan desa. Tiba-tiba saja diusulkan datang tiga,” terangnya.

Namun begitu, Ferdinan tidak mau terlalu jauh mempersoalkan . Dan sebagai bentuk dari tindak lanjut hasil rapat itu, Pemkab akan segera mengevaluasi serta melakukan perbaikan sampai Juli.

“Kalau proses Raperda ini terhambat. Secara otomatis juga akan menghambat transfer dana pusat ke desa-desa,” terangnya.

Laporan : Jumardin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait