Update Covid Header Berita

Replika Mayat Ali Mazi Dibakar Massa, Umar Bonte Sedih

Kendari, Sultrademo.co– Adalah Umar Bonte, Kader Partai PDI Perjungan yang kini reaktif atas insiden pembakaran replika mayat mirip Gubernur Sultra, Ali Mazi oleh massa aksi penolakan Tenaga Kerja Asing (TKA) kemarin sore. Selasa 23/6 di perempatan Bandara Haluoleo Kendari.

Ketua DPD KNPI Sultra itu merasa sangat sedih mendengar kabar tersebut. Kata dia, kesedihan itu muncul karena gerakan yang awalnya lahir dari akar rumput keluh kesah masyarakat tapi dinodai oleh gerakan politik.

“Saya sedih, sangat disayangkan, gerakan itu saya nilai diitumpangi gerakan politik, awalnya murni masyarakat lalu mengalir ke para politisi hingga dipolitisasi dan jadi tidak menarik, ada hal apa anggota DPRD dan pimpinan datang orasi bawa lembaga DPRD dan mulai mengendalikn gerakan,” ujar Umar Bonte penuh tanya.

tengah post

Mestinya, lanjut dia, DPRD harus tau tufoksi, tidak menurunkan harkat dan kedudukan lembaga dewan, dengan turun ikut aksi. Apalagi, lanjut dia, didalam aksi itu terjadi pembakaran pocong gubernur, penutupan jalan yang mengganggu lalulintas, lalu isu mulai liar, seperti menyebut kampung halaman, mengaitkan TKA dengan isu primordial.

tengah post 2

“Ini sangat berbahaya dan tidak dibenarkan disana ada anggota dan pimpinan dewan, jadi tidak demokratis, masa dewan turun demo, berarti lembaga tidak punya gigi, mestinya legislatif dan eksekutif berimbang, saling kordinasi membawa daerah,” katanya.

Umar Bonte tidak menampik, jika kedatangan TKA mendapat penolakan, tapi lanjut dia, masyarakat juga harus sadar, bahwa kedisiplinan dan keahlian masih kurang dimiliki.

“Menolak harus berdasar, kita sudah disiplin gak, coba contoh kecil, jembatan Bahteramas tenaga kerjanya orang Jawa semua, kenapa karena mereka disiplin, kalau kita lebih banyak ribut, lebih banyak merokoknya daripada kerjanya, nah apalagi ini smelter, China selain ahli mereka kerja cepat disiplin tinggi, ini kan mesti kita pahami juga, berikutnya, kita punya keahlian gak, kalau tidak ada yah kita harus realistis, karena pada akhirnya semua itu untuk kita, lagi pula mereka datang sudah sesuai prosedur,” tambahnya memahamkan.

Umar Bonte menitipkan pesan, Pemerintah Daerah Kabupaten agar melakukan pembinaaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, mengingat masa yang akan datang investasi yang membutuhkan tenaga profesional akan terus berdatangan.

“Bupati di daerah harus siapkan itu, biar ada alasan kita menolak tenaga dari luar, disamping itu saya meminta Polda Sultra untuk mempelajari secara cermat insiden kemarin apa ada unsur pidananya,” tutupnya. (Ilf)

 

Berlangganan Berita Terbaru Sultrademo.co!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.