Kendari, Sultrademo.co – Setahun kepemimpinan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, SKM bersama Wakil Wali Kota Sudirman, mendapat sorotan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Bukan sekadar seremoni, capaian yang dipaparkan dalam ekspose satu tahun kepemimpinan itu dinilai mencerminkan arah pembangunan daerah secara lebih luas.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, yang hadir mewakili Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan posisi strategis Kendari sebagai ibu kota provinsi membuat setiap progres pembangunan di kota ini memiliki dampak dan makna lebih besar.
“Kota Kendari adalah wajah Sulawesi Tenggara. Keberhasilan pembangunan di kota ini menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan provinsi secara keseluruhan,” ujarnya, Rabu, (3/5/2026).
Menurutnya, apa yang dicapai Pemerintah Kota Kendari dalam satu tahun terakhir tidak berdiri sendiri. Kinerja pemerintah kabupaten dan kota, khususnya Kendari, secara langsung maupun tidak langsung merefleksikan performa pemerintah provinsi.
Dalam pemaparan yang disampaikan, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi disebut stabil, kualitas pelayanan publik mengalami peningkatan, pembangunan infrastruktur terus bergerak, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang turut membaik.
Asrun Lio menilai, data dan capaian tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Sultra untuk memberikan apresiasi atas kinerja satu tahun kepemimpinan SKI–Sudirman.
Lebih dari sekadar laporan tahunan, forum ekspose itu juga dinilai sebagai langkah konkret menuju tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Publik tidak hanya menerima laporan, tetapi juga diajak melihat arah kebijakan dan prioritas pembangunan ke depan.
“Kita berharap sinergi antara Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus diperkuat, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa pembangunan Kendari bukan hanya kerja pemerintah semata, melainkan agenda bersama untuk mendorong ibu kota provinsi ini semakin maju dan berdaya saing.
 






