Soal Excavator Makan Korban di Konut, Begini Penjelasan Kepolisian

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Dikabarkan, salah seorang karyawan tambang PT. Cinta Jaya, Andry ditemukan tewas usai terkena hantaman excavator. Selasa 14 Januari 2020 di lokasi pertambangan.

Kapolres Konawe Utara, AKBP Achmad Fathul Ulum juga turut membenarkan. Dijelaskannya, kronologis kejadian bermula saat korban akan mengambil sampel material tambang didalam tongkang yang bersamaan dengan aktifitas pemindahan material oleh operator excavator, Wawan.

Bacaan Lainnya

“Ada miskomunikasi di lapangan sehingga pada saat pengambilan material oleh operator excavator posisi korban berada dibelakang dan tidak terlihat sehingga pada saat pengambilan ore alat langsung menghantam korban,” ujarnya via telepon.

Dari hal tersebut, sambung Fathul, kemudian operator mengetahui ada yang tidak beres dan melihat cucuran darah mengalir dibucket excavator. Lalu menyuruh pengawas lapangan untuk melakukan pengecekan dan didapatilah korban.

“Atas kejadian tersebut operator pun langsung bergegas mengamankan diri ke Polsek Lasolo. Adapun kami selaku pihak yang menangani kasus tersebut menyimpulkan bahwa hal tersebut murni kelalaian dalam bekerja yang menyebabkan seseorang meninggal,” ucapnya.

Dimana Wawan dikenakan pasal 35 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan seseorang lain meninggap dunia. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun.

“Adapun penanganan lebih lanjut untuk korban sudah kami antarkan kerumah duka dan malam ini akan dimakamkan, dimana kami juga telah memberikan penjelasan terhadap keluarga korban terkait kecelakaan kerja yang terjadi. Untuk operator sendiri sudah kita amankan di Polsek Lasolo, olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi sementara dilakukan oleh tim penyidik,” jelasnya.

Dirinya pun menambahkan selain pemeriksaan keterangan dari operator excavator, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan pada perusahaan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

“Untuk perusahaan tambang juga akan kita panggil untuk dimintai keterangan terkait standar operasional prosedur(SOP) apakah sudah dilakukan atau tidak,” tutupnya.

Laporan : Irfan
Editor : AK

Pos terkait